Minggu, 23 November 2014

ABU BAKAR

KHULAFAUR RASYIDIN

Khulafaur rasyidin terdiri dari dua kata yakni khulafa’  yang berarti pengganti-pengganti dan ar-rasyidin  yang berarti orang yang mendapat petunjuk. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitakan bahwa kaum muslimin diperintah oleh khulafaur rasyidin selama 30 tahun, dan di akhir zaman nanti kaum muslimin akan kembali diperintah oleh khulafaur rasyidin yang akan berlangsung sesuai kehendak Allah ta’ala dan kemudian akan ditutup dengan  hari kiamat.

A.   ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ
1.    Nama dan Gelar
Beliau bernama Abdullah bin Usman. Ayahnya, Usman, biasa dipanggil dengan Abu Quhafah dan Abu Quhafah adalah satu-satunya ayah dari empat khulafaur rasyidin yang masuk Islam.
Pada masa jahiliyyah, Abu Bakar pernah dipanggil dengan sebutan ‘Atiq karena wajahnya yang rupawan, putih pucat, tinggi dan kurus dan karena nasab (garis keturunan) yang tidak tercela.
Menurut para ahli bahasa, Abdullah bin Usman dipanggil dengan Abu Bakar karena 2 hal, yakni karena Abdullah bin Usman adalah orang yang masuk Islam sejak awal dakwah Nabi Muhammad (Bakar = dinihari) serta karena Abdullah bin Usman merupakan orang tua dari ‘Aisyah, satu-satunya istri Nabi Muhammad yang dinikahi sejak masih gadis (Bakar = gadis)
Setelah peristiwa Isra’ mi’raj, kaum muslimin menggelari Abu Bakar dengan sebutan ash-shiddiiq yang berarti membenarkan, karena beliau membenarkan seluruh ucapan dan perbuatan rasulullah.

2.    Keistimewaan
Abu Bakar adalah sahabat yang memiliki banyak keistimewaan dibanding sahabat-sahabat rasulullah yang lain, di antaranya:
a.    Menjadi teman perjalanan nabi Muhammad berhijrah, sehingga menjadi orang kedua yang berada di gua (lihat surat At-Taubah:40)
b.    Kedermawanan yang teramat sangat
Abu Bakar dikenal sebagai seorang saudagar yang kaya. Sejak masa awal Islam, Abu Bakar sudah menginfakkan hartanya di jalan Allah, di antaranya dengan membebaskan budak-budak Islam. Diriwayatkan bahwa Abu Bakar menghabiskan 40000 dirham perak untuk membebaskan budak-budak Islam yang disiksa pemiliknya. Selain itu, dalam sebuah peristiwa, rasulullah memerintahkan para sahabat untuk bersedekah, Abu Bakar menginfakkan seluruh hartanya dan menyisakan Allah dan Rasul-Nya untuk anak dan istrinya.
c.    Ketinggian ilmunya
Abu Sa'id al-Khudri berkata, "Suatu ketika Rasulullah . berkhutbah di hadapan manusia dan berkata,"Sesungguhnya Allah telah menyuruh seorang hamba untuk memilih antara dunia atau memilih ganjaran pahala dan apa-apa yang ada di sisiNya, namun ternyata hamba tersebut memilih apa-apa yang ada di sisi Allah." Maka Abu Bakar menangis, kami heran kenapa beliau menangis padahal Rasulullah . hanyalah menceritakan seorang hamba yang memilih kebaikan, akhirnya kami ketahui bahwa hamba tersebut ternyata tidak lain adalah Rasulullah . sendiri, dan Abu Bakarlah yang paling mengerti serta berilmu di antara kami.
Diriwayatkan dari Aisyah ra. istri Rasulullah ia berkata, "Ketika Rasulullah . wafat maka Umar berdiri dan berpidato, "Demi Allah sesungguhnya Rasulullah . tidak meninggal. ‘Aisyah ra. melanjutkan, Kemudian Umar berkata, "Demi Allah tidak terdapat dalam hatiku melainkan perasaan bahwa beliau belum mati, Allah pasti akan membangkitkannya dan akan dipotong kaki dan tangán mereka (yang mengatakan beliau telah mati, pent.). Kemudian datanglah Abu Bakar menyingkap kain yang menutup wajah Rasulullah . serta menciumnya sambil berkata, Kutebus dirimu dengan ibu dan bapakku, alangkah harum dan eloknya engkau saat hidup dan sesudah mati, demi Allah yang diriku berada di-tanganNya mustahil Allah akan menimpakan padamu dua kali kematian selama-lamanya." Kemudian Abu Bakar keluar dan berkata, "Wahai orang yang telah bersumpah, (yakni Umar) tahanlah bicaramu!" Ketika Abu Bakar mulai berbicara maka Umar duduk, setelah memuji Allah beliau berkata, "Ingatlah sesungguhnya siapa saja yang menyembah Muhammad  maka beliau sekarang telah wafat, dan barangsiapa yang menyembah Allah maka sesung guhnya Allah akan tetap hidup tidak pernah mati. Kemudian beliau memba-cakan ayat, "Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula)." (Az-Zumar: 30).
Dan ayat, "Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad) Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." (Ali-Imran: 144).
d.    Abu Bakar Adalah Sahabat Yang Paling Utama
Diriwayatkan dari Ibnu Umar dia berkata, "Kami selalu membandingkan para sahabat di masa Rasulullah maka kami sepakat memilih Abu Bakar yang paling utama, kemudian Umar, selanjutnya Usman bin affan "
e.    Abu Bakar menjadi imam shalat di masa Rasulullah hidup
ketika Rasulullah saw. sakit dia berkata, "Perintahkan agar Abu Bakar menjadi imam manusia”. Maka Abu Bakar sejak itu menjadi imam shalat di masa Rasulullah hidup.




Terpilihnya Abu Bakar menjadi Khalifah
Setelah rasulullah meninggal, sebagian orang-orang Anshar berkumpul di Tsaqifah Bani Sa’idah. Mereka membicarakan mengenai pemimpin setelah Nabi Muhammad, kemudian mereka bersepakat menunjuk Sa’ad bin Ubadah sebagai pemimpin mereka. Maka Abu Bakar beserta Umar dan Abu Ubaidah bergegas menuju Tsaqifah, Kemudian Abu Bakar mulai berbicara menyebutkan segala kebaikan orang Anshar, tidaklah segala kebaikan yang pernah disebutkan Rasulullah saw. atas mereka kecuali disebutkan seluruhnya oleh Abu Bakar. Di antara perkataan-nya, Kalian mengetahui bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, 'Andai saja manusía menempuh jalan di satu lembah sementara kaum Anshar menempuh satu jalan maka pastí akan kutempuh jalan kaum Anshar.' Dan engkau telah mengetahui wahai Sa'ad bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda -saat itu engkau sedang duduk-, 'Sesungguhnya kaum Quraisylah yang paling berhak menjadi pemimpin. kebaikan manusia akan mengikuti kebaikan yang ada pada mereka dan kejelekan manusia akan pula mengikuti kejelakan yang ada pada mereka.' Maka Sa'ad berkata, 'Engkau benar, kami hanyalah menjadi wazir dan kalianlah yang menjadi Amir'." Kemudian Umar mengatakan, 'Berikan tanganmu wahai Abu Bakar, maka ia berikan tangannya dan aku segera membai'atnya, maka seluruh hadirin turut membai'at.
Pembaiatan di tsaqifah hanya diikuti sebagian dari kaum muslimin di Madinah, maka keesokan harinya, Abu Bakar dibaiat di mimbar Masjid Nabi oleh kaum muhajirin dan anshar

Pidato Abu Bakar setelah resmi menjadi khalifah
Selepas dibai'at Abu Bakar mulai berpidato setelah memuji Allah Pemilik segala pujian, 'Amma ba'du, para hadirin sekalian sesungguhnya aku telah dipilih sebagai pimpinan atas kalian dan bukanlah aku yang terbaik, maka jika aku berbuat kebaikan bantulah aku. Dan jika aku bertindak keliru maka luruskanlah aku. Kejujuran adalah amanah, sementara dusta adalah suatu pengkhinatan. Orang yang lemah di antara kalian sesungguhnya kuat di sisiku hingga aku dapat mengembalikan haknya kepadanya Insya Allah. Sebaliknya siapa yang kuat di antara kalian maka dialah yang lemah di sisiku hingga aku akan mengambil darinya hak milik orang lain yang diambilnya. Tidaklah suatu kaum meninggalkan jihad di jalan Allah kecuali Allah akan timpakan kepada mereka kehinaan, dan tidaklah suatu kekejian tersebar di tengah suatu kaum kecuali adzab Allah akan ditimpakan kepada seluruh kaum tersebut. Patuhilah aku selama aku mematuhi Allah dan RasulNya. Tetapi jika aku tidak mematuhi keduanya maka tiada kewajiban taat atas kalian terhadapku. Sekarang berdirilah kalian untuk melaksanakan shalat semoga Allah merahmati kalian.”
Sanad ini shahih, adapun ungkapannya, 'Sesungguhnya Aku telah dipilih sebagai pimpinan atas kalian dan bukanlah aku yang terbaik' adalah bagian dari ketawadhu'an beliau. Sebab mereka seluruhnya sepakat bahwa beliaulah yang terbaik dan termulia."


Hal-hal Yang dilakukan Abu Bakar ketika menjadi Khalifah
1.    Mengirim kembali pasukan Usamah bin Zaid
Sebelumnya, Rasulullah telah memerintahkan pasukan Usamah agar berjalan menuju Syam. Setelah Rasulullah wafat keadaan kacau balau. Kemunafikan mulai kelihatan di Madinah. Bahkan tidak sedikit dari suku-suku Arab sekitar Madinah yang murtad keluar dari Islam. Ditambah lagi sebagian dari mereka tidak mau membayar zakat kepada Abu Bakar ash-Shiddiq. Dan ketika itu shalat Jum'at tidak lagi didirikan kecuali di Makkah dan Madinah serta sebuah kota yang bernama Juwatsan di Bahrain, kota ini termasuk kota yang pertama kali yang mendirikan Jum'at setelah situasi agak tenang dan orang-orang kembali kepada kebenaran, sebagaimana yang tertulis dalam Shahih al-Bukhari. Di antara negeri yang tetap istiqamah di atas Islam adalah negeri Tsaqif di Thaif, mereka tidak lari dan tidak pula murtad.
Ketika berbagai masalah besar ini terjadi, banyak orang-orang mengusulkan kepada Abu Bakar agar menunda keberangkatan pasukan Usamah, karena umat membutuhkan mereka untuk mengatasi masalah yang lebih pentíng. Dengan alasan bahwa pasukan yang disiapkan nabi tersebut sebelumnya di persiapkan ketika negera Islam Madinah dalam kondisi aman. Selain itu, mereka juga berpendapat bahwa Usamah sebaiknya diganti dengan sahabat yang lebih senior (umur Usamah ketika itu sekitar 20 tahun). Namun, Abu Bakar tidak mungkin mengganti panglima yang sudah dipilih oleh rasulullah apalagi menunda keberangkatannya.

2.    Memerangi orang-orang murtad dan orang-orang yang tidak mau membayar zakat serta Menumpas nabi-nabi palsu
Nabi-Nabi Palsu antara lain,:
a.    Musailamah di Yamamah
Merupakan nabi palsu yang paling banyak pasukannya serta memiliki benteng yang sangat kuat di Yamamah. 2 orang panglima yang dikirim Abu Bakar masih kewalahan menghadapi Musailamah, baru kemudian ketika Khalid bin Walid dan pasukannya bergabung dengan 2 orang panglima yang lain, Musailamah dan pasukannya bisa dikalahkan, bahkan Musailamah bisa dibunuh oleh Wahsyi (mantan budak habsyi yang pernah membunuh Hamzah bin Abdul Muthalib pada perang Uhud) ketika melarikan diri di kebun kurma.
b.    Malik bin Nuwairah di Buthah
Dibunuh oleh Khalid bin Walid dan pasukannya
c.    Thulaihah bin Kuwailid dari bani Asad
Melarikan diri ke Syam dan kemudian masuk Islam dengan Islam yang baik, dan bahkan menjadi anggota pasukan Khalid bin Walid

d.    Aswad al-Ansi di Yaman
Murtad sejak zaman Nabi Muhammad masih hidup. Dibunuh oleh Fairuz, saudara dari istri Aswad. Pasukan Aswad ditumpas oleh pasukan Muhajir bin Abi Umayyah
e.    Sajah dari bani Tamim
Satu-satunya nabi palsu perempuan. Diperistri oleh Musailamah dengan mahar menghilangkan sholat Ashr. Melarikan diri ketika pertempuran Yamamah.
f.     Dan lain-lain

Sedangkan para pimpinan pasukan Abu Bakar adalah :
a.    Khalid bin Walid, bertugas menumpas Thulaihah bin Kuwailid, apabila selesai ia bertugas menumpas Malik bin Nuwairah di Buthah jika mereka mengadakan perlawanan.
b.    Ikrimah bin Abu Jahal ditugaskan menumpas Musailamah.
c.    Syurahbil bin Hasanah, ditugaskan mengikuti Ikrimah menuju Musailamah al-Kadzdzab.
d.    Muhajir bin Abi Umayyah, diperintahkan menumpas pasukan al-'Ansi dan sebagai bantuan bagi para anak-anak raja Yaman untuk me-nundukkan Qais bin Maksyuh karena ia telah melepaskan diri dari ketaatan terhadap pemerintah kaum muslimin.
e.    Khalid bin Sa'id bin al-Ash, diperintahkan berangkat menuju perba-tasan kota Syam.
f.     Amru bin al-Ash, ditugaskan untuk berjalan menuju Jumaa' tempat Qudha'ah, Wadiah dan al-Harist.
g.    Hudzaifah bin Mihsan al-Ghalfani diperintahkan menumpas penduduk Daba, Oman
h.    Arfajah bin Hartsamah, diperintahkan berangkat ke Mahrah, sebuah daerah di Yaman
i.      Thuraifah bin Hajiz diperintahkan menuju Bani Sulaim dan suku Hawazin.
j.      Suwaid bin Muqran, diperintahkan menuju Tihamah Yaman.
k.    Al-Ala bin al-Hadhrami, diperintahkan menuju Bahrain.


3.    Mengumpulkan lembaran-lembaran Al-Quran
Peperangan melawan nabi palsu dan orang-orang murtad menyebabkan banyak penghafal quran gugur sebagai syahid, oleh sebab itu Umar mengusulkan kepada Abu Bakar agar mengumpulkan lembaran-lembaran al-Quran dan membukukannya. Awalnya Abu Bakar menolak karena beliau menganggap bahwa amalan tersebut tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah, akan tetapi Umar terus mendesak hingga Abu Bakar setuju dengan pendapat Umar.
Kemudian Abu Bakar memerintahkan Zaid bin Tsabit (seorang pemuda yang jenius, berakal dan penuh amanah, dan engkau telah terbiasa menulis wahyu untuk Rasulullah) agar mengumpulkan tulisan-tulisan al-Qur'an yang ditulis di daun-daunan, kulit maupun dari hafalan para penghafal al-Qur'an, hingga beliau menemukan akhir surat at-Taubah yang ada pada Abu Khuzaimah al-Anshari, yang tidak didapatkan dari selainnya, yaitu ayat:
" SesungguhNYa telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu." (At-Taubah: 128). Hingga akhir surat al-Bara'ah. Kemudian al-Qur'an yang telah dikumpulkan dan dibukukan itu disimpan oleh Abu Bakar hingga Allah mewafatkannya. Setelah itu berpindah ke tangán Umar sewaktu hidup-nya, dan akhirnya berpindah ke tangán Hafshah binti Umar
Imam al-Bukhari berkata, Ibnu Syihab berkata, Telah berkata kepadaku Kharijah bin Zaid bin Tsabit, bahwasanya dia mendengar Zaid berkata, "Aku tidak mendapatkan satu ayat dari surat al-Ahzab ketika kami menulis al-Qur'an ke dalam satu mushaf, sementara aku pernah mendengarkan Rasulullah saw. membacanya, akhirnya ayat tersebut kami cari dan ternyata ayat tersebut ada pada Khuzaimah bin Tsabit al-Anshari,
"Di antara orang-orang mu' min itu ada orang-orang yang menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah." (Al-Ahzab: 23). Maka segera kami sisipkan ke tempatnya di dalam mushaf.

4.    Memperluas wilayah dakwah Islam
Untuk memperluas wilayah dakwah Islam, Abu Bakar menunjuk beberapa panglima, yakni :
a.    Khalid bin Walid menuju wilayah Irak melawan Persia
b.    Wilayah Syam yang dikuasai romawi, terbagi menjadi :
·         Yazid bin Abu Sufyan menuju wilayah Damaskus
·         Amr bin Ash menuju wilayah Palestina
·         Abu Ubaidah menuju wilayah Homs
·         Syurahbil bin Hasanah yang sebelumnya menjadi anggota pasukan Khalid bin Walid di Irak dipindahkan menuju Yordania

Khalid bin Walid beserta pasukannya berhasil menguasai wilayah Irak hanya selama kurang lebih 9 bulan, tetapi kemudian Khalid meninggalkan pasukannya untuk melakukan ibadah haji, dan hal tersebut tidak disetujui oleh Abu Bakar sehingga Abu Bakar menghukum Khalid dengan memindahkan Khalid dari Irak untuk menuju Syam sekaligus menghadapi romawi di Yarmuk yang menyiapkan 240 ribu pasukan untuk menghadang gerak pasukan perang Abu Bakar. Ketika perang sedang berlangsung dengan sengit, terdengar kabar bahwa Abu Bakar wafat dan digantikan oleh Umar. Umar mengganti posisi Khalid dari jabatan panglima perang dan digantikan oleh Abu Ubaidah bin Jarrah.