Ciri-ciri fisik Nabi Muhammad dan Sifat-sifat beliau
Ali bin Abi Thalib berkata menjelaskan pribadi rasulullah : “
Perawakan beliau sedang, tidak tinggi tidak pendek; berbadan lebar; rambutnya ikal, tidak lurus tidak keriting; badannya tidak kurus dan tidak gemuk; wajahnya bulat; kulitnya putih bersih; kedua matanya lebar, tajam dan hitam; bulu matanya lentik; tulang persendiannya besar; punggungnya kekar; bulu dadanya lembut dan halus; jari tangan dan kakinya keras; apabila berjalan seolah-olah berjalan di tempat yang landai; apabila menoleh maka seluruh badannya menoleh; di punggungnya ada tanda kenabian (berbentuk seperti kancing atau telur burung merpati); dan beliau adalah penutup para nabi. Beliau adalah orang yang paling bagus telapak tangannya (paling halus); paling kekar dadanya; paling jujur perkataannya; paling menepati janjinya; paling lembut jiwanya; paling mulia pergaulannya. Siapa saja yang memandangnya tiba-tiba pasti akan merasa kagum padanya dan siapa saja yang bergaul dengannya pasti akan mencintainya. Aku sama sekali tidak pernah melihat ada orang seperti beliau sebelum maupun sesudahnya.”
Sedangkan sifat-sifat (akhlaq) beliau menurut hadits dari ‘Aisyah “ Akhlaq rasulullah adalah Al-Quran” seperti dalam Q.S Al-Qalam (68): 4. di antara sifat beliau yang menonjol adalah :
a. keberanian
suatu saat Madinah dikejutkan oleh suatu suara, orang-orang menuju tempat datangnya suara, tetapi rasulullah bertemu dengan mereka saat rasulullah kembali dari arah suara tersebut. Beliau mengendarai kuda tanpa pelana dan menyandang pedang serta berkata “kalian jangan takut, kalian jangan takut”
b. kedermawanan, apalagi di bulan ramadhan, kedermawanan beliau melebihi angin yang bertiup kencang.
c. Kejujuran, bahkan sebelum beliau diutus menjadi nabi sudah dikenal dengan sebutan al-Amin
d. Tawadhu’ namun penuh dengan wibawa. Ketika fathu makkah, rasulullah memasuki kota Makkah dengan kepala tertunduk karena tawadhu’ kepada Allah.
e. Perkataan yang fasih, jelas dan tidak bertele-tele (jawami’ul kalim)
f. Sabar dan pemaaf tetapi sangat tegas jika hukum Allah dilanggar, dll.
Keistimewaan beliau dibanding para nabi sebelumnya
Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Jabir bin Abdullah, rasulullah bersabda :
“Aku telah diberi lima hal yang tidak diberikan kepada para nabi sebelumku: aku ditolong melalui rasa takut yang ditimpakan kepada musuh sebelum diserang, dan telah dijadikan bagiku bumi ini sebagai masjid dan penyuci, maka dimana saja seorang laki-laki menjumpai waktu shalat maka dia harus melakukannya. Dan dihalalkan bagiku rampasan perangdan hal ini belum pernah dihalalkan kepada seorang (nabi) pun sebelumku, dan aku nanti dapat memberi syafa’at. Adapun seorang nabi diutus hanya kepada kaumnya saja, sedangkan aku diutus untuk seluruh manusia.”
Minggu, 16 Januari 2011
Sabtu, 15 Januari 2011
nabi wafat
Wafatnya Nabi Muhammad
Kurang lebih 3 bulan setelah rasulullah melaksanakan haji, rasulllah menderita sakit. Ketika masih cukup kuat untuk keluar, beliau meminta para sahabatnya untuk mengqishash beliau jika beliau ada kesalahan dan juga jika beliau masih memiliki utang maka hendaklah para sahabat menagih beliau. Beliau juga berkhutbah di depan para sahabat “semoga Allah membinasakan orang-orang yahudi dan nasrani. Mereka telah menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid”
Ketika sakitnya semakin keras, rasulullah berdiam di rumah ‘Aisyah dan memerintahkan Abu Bakar untuk menggantikan rasulullah menjadi imam shalat. Walaupun demikian, pada masa sakitnya rasulullah masih sempat memberangkatkan sariyyah terakhir yang dipimpin oleh Usamah bin Zaid bin Haritsah (putra dari zaid bin haritsah –anak angkat nabi- dengan anggota pasukannya adalah para sahabat yang sudah senior seperti umar bin khaththab).
Wasiat-wasiat rasulullah sebelum wafat antara lain :
a. agar orang-orang yahudi, nasrani dan musyrik dikeluarkan dari jazirah arab (tidak boleh ada dua agama di bumi arab)
b. untuk menghormati para utusan
c. berpegang teguh terhadap al-Quran dan as-Sunnah
d. jagalah shalat dan budak-budak kalian
sehari sebelum wafat rasulullah membebaskan para budaknya dan bersedekah dengan harta yang ada pada beliau.
Pada akhir hayatnya beliau bersabda :” bersama dengan orang yang telah Engkau anaugerahi nikmat yaitu para nabi, ash-shiddiqin, syuhada’ dan shalihin. Ya Allah ampunilah dan kasihanilah aku. Pertemukan aku dengan Kekasih yang Maha Tinggi, Ya Allah Kekasih yang Maha Tinggi”.
Beliau wafat di waktu dhuha pada hari senin bulan rabi’ul awwal tahun ke 11 H. Para sahabat berduka dan sebagian menolak wafatnya nabi hingga Abu Bakar membacakan Q.S ‘Ali Imran : 144.
Sahabat yang memandikan rasulullah adalah Ali bin Abi Thalib, al-Abbas, al-Fadhl bin Abbas, Qutsam bin Abbas, Usamah bin Zaid dan Syaqran (mantan budak nabi). Pakaian rasulullah tidak dilepas ketika dimandikan, dan kemudian rasulullah dikafani dengan tiga helai kain secara berlapis. Kemudian rasulullah dishalatkan secara bergantian tanpa imam. Rasulullah dimakamkan di bawah tempat wafatnya sesuai dengan sabda nabi dari Abu Bakar bahwa tidaklah seorang nabi wafat kecuali dikubur di tempat ia wafat.
Innā lillāhi wa innā ilayhi rāji’ūn.
Kurang lebih 3 bulan setelah rasulullah melaksanakan haji, rasulllah menderita sakit. Ketika masih cukup kuat untuk keluar, beliau meminta para sahabatnya untuk mengqishash beliau jika beliau ada kesalahan dan juga jika beliau masih memiliki utang maka hendaklah para sahabat menagih beliau. Beliau juga berkhutbah di depan para sahabat “semoga Allah membinasakan orang-orang yahudi dan nasrani. Mereka telah menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid”
Ketika sakitnya semakin keras, rasulullah berdiam di rumah ‘Aisyah dan memerintahkan Abu Bakar untuk menggantikan rasulullah menjadi imam shalat. Walaupun demikian, pada masa sakitnya rasulullah masih sempat memberangkatkan sariyyah terakhir yang dipimpin oleh Usamah bin Zaid bin Haritsah (putra dari zaid bin haritsah –anak angkat nabi- dengan anggota pasukannya adalah para sahabat yang sudah senior seperti umar bin khaththab).
Wasiat-wasiat rasulullah sebelum wafat antara lain :
a. agar orang-orang yahudi, nasrani dan musyrik dikeluarkan dari jazirah arab (tidak boleh ada dua agama di bumi arab)
b. untuk menghormati para utusan
c. berpegang teguh terhadap al-Quran dan as-Sunnah
d. jagalah shalat dan budak-budak kalian
sehari sebelum wafat rasulullah membebaskan para budaknya dan bersedekah dengan harta yang ada pada beliau.
Pada akhir hayatnya beliau bersabda :” bersama dengan orang yang telah Engkau anaugerahi nikmat yaitu para nabi, ash-shiddiqin, syuhada’ dan shalihin. Ya Allah ampunilah dan kasihanilah aku. Pertemukan aku dengan Kekasih yang Maha Tinggi, Ya Allah Kekasih yang Maha Tinggi”.
Beliau wafat di waktu dhuha pada hari senin bulan rabi’ul awwal tahun ke 11 H. Para sahabat berduka dan sebagian menolak wafatnya nabi hingga Abu Bakar membacakan Q.S ‘Ali Imran : 144.
Sahabat yang memandikan rasulullah adalah Ali bin Abi Thalib, al-Abbas, al-Fadhl bin Abbas, Qutsam bin Abbas, Usamah bin Zaid dan Syaqran (mantan budak nabi). Pakaian rasulullah tidak dilepas ketika dimandikan, dan kemudian rasulullah dikafani dengan tiga helai kain secara berlapis. Kemudian rasulullah dishalatkan secara bergantian tanpa imam. Rasulullah dimakamkan di bawah tempat wafatnya sesuai dengan sabda nabi dari Abu Bakar bahwa tidaklah seorang nabi wafat kecuali dikubur di tempat ia wafat.
Innā lillāhi wa innā ilayhi rāji’ūn.
haji wada'
Haji Wada’ (Haji Perpisahan)
Hari-hari terakhir bulan Dzul Qa’idah tahun ke-10 H rasulullah keluar dari Madinah bersama umat Islam. Beliau menginap di Dzul Hulaifah (salah satu miqat haji) dan kemudian melafadzkan niat untuk melakukan haji dan umrah dengan cara digabung (haji qiran) serta membawa hewan sembelihan.
Ketika sampai di Makkah, beliau melakukan thawaf qudum (thawaf pendahuluan) kemudian sa’i dari shofa ke marwah, dan memerintahkan agar orang-orang yang tidak membawa hewan kurban agar bertahallul (memotong rambut) dan mengubah niat haji mereka menjadi umrah.
Kemudian beliau keluar dari makkah (pada hari ke 8 bulan dzul hijjah) menuju Mina dan menginap di Mina dan pada pagi harinya beliau menuju ke Arafah. Setelah sampai di Namirah beliau berkhutbah yang didengarkan oleh lebih dari 100 ribu orang, yang berbunyi:
“wahai sekalian manusia dengarkanlah perkataanku, karena sesungguhnya aku tidak tahu boleh jadi aku tidak akan bertemu lagi dengan kalian setelah tahun ini di tempat wuquf seperti ini selama-lamanya. Sesungguhny darah kalian dan harta kalian terlindungi dan mulia sebagaimana kemuliaan hari kalian ini, di bulan kalian ini, di bumi kalian ini. Ketahuilah, segala sesuatu dari masalah jahiliyah sudah terinjak di bawah kakiku, darah jahiliyah sudah tidak berlaku. Dan sesungguhnya darah pertama yang aku batalkan adalah darah Ibnu Rabi’ah bin al Harits. Riba jahiliyah sudah tidak berlaku dan riba pertama yang aku batalkan adalah riba Abbas bin Abdul Muthalib, karena semua itu tidak berlaku lagi.
Bertakwalah kalian kepada Allah dalam masalah perempuan karena kalian mengambil mereka sebagai amanat dari Allah dan kalian menjadi halal dengan kalimat syahadat. Kewajiban mereka terhadap kalian adalah mereka tidak memberi kesempatan orang yang tidak kalian suka tinggal di tempat kalian. Jika mereka berbuat demikian pukullah mereka dengan pukulan yang tidak membahayakan. Sedangkan kewajiban kalian terhadap mereka adalah memberi nafkah dan pakaian yang layak.
Dan sungguh telah aku tinggalkan pada kalian sesuatu yang kalian tidak akan tersesat apabila berpegang teguh dengannya yaitu kitabullah dan sunnahku. Wahai sekalian manusia, sesungguhnya tiada lagi nabi setelahku dan tiada lagi umat setelah kalian. Maka sembahlah Rabb kalian, shalatlah lima waktu, berpuasalah pada bulan ramadhan, tunaikanlah zakat kalian dengan lapang dada, berhajilah ke rumah Rabb kalian dan patuhilah pemimpin-pemimpin kalian niscaya kalian masuk surga.”
Kemudian beliau menginap di muzdalifah dan menjamak shalat maghrib dan isya’ dan melaksanakan shalat shubuh di awal waktu.
Sebelum matahari terbit beliau menuju mina untuk melempar jumrah aqabah menyembelih kurban dan mencukur kepalanya dan kemudian menuju Makkah untuk melaksanakan thawaf ifadhah.
Pada hari tersebut rasulullah mengulang khutbahnya yang kemarin dan menyampaikan : “sesungguhnya masa telah berputar seperti keadaannya di waktu diciptakannya langit dan bumi. Dalam satu tahun terdapat 12 bulan, empat di antaranya bulan-bulan suci. Sesungguhnya darah kalian dan harta kalian serta kehormatan kalian adalah suci dan mulia sebagaimana suci dan mulianya hari ini, bulan ini dan negeri ini. Kalian akan menjumpai Rabb kalian dan menanyai amal perbuatan kalian. Ketahuilah jangan sekali-kali sepeninggalku nanti kalian akan kembali kepada kesesatan di mana kalian saling bunuh membunuh. Ketahuilah tidak seorangpun berbuat dosa kecuali berakibat kepada dirinya sendiri. Ketahuilah, hendaknya seseorang tidak berbuat dosa terhadap anaknya dan tidak pula anak berbuat dosa kepada orangtuanya. Ketahuilah pula, setan telah putus asa disembah di negeri ini selama-lamanya. Akan tetapi ia akan dipatuhi di dalam amal baik yang kalian sepelekan, maka ia puas dengan hal itu.”
Beliau kemudian menghabiskan hari tasyrik di mina untuk melempar jumrah ‘ula, wustha dan aqabah, mengajarkan syariat islam, berdzikir kepada Allah dan juga berkhutbah di salah satu harinya. Pada tanggal 13 dzulhijjah beliau pergi meninggalkan mina, menginap di kampung bani kinanah dan kemudian menuju Makkah untuk melaksanakan thawaf wada’. Dan kemudian kembali ke Madinah.
Hari-hari terakhir bulan Dzul Qa’idah tahun ke-10 H rasulullah keluar dari Madinah bersama umat Islam. Beliau menginap di Dzul Hulaifah (salah satu miqat haji) dan kemudian melafadzkan niat untuk melakukan haji dan umrah dengan cara digabung (haji qiran) serta membawa hewan sembelihan.
Ketika sampai di Makkah, beliau melakukan thawaf qudum (thawaf pendahuluan) kemudian sa’i dari shofa ke marwah, dan memerintahkan agar orang-orang yang tidak membawa hewan kurban agar bertahallul (memotong rambut) dan mengubah niat haji mereka menjadi umrah.
Kemudian beliau keluar dari makkah (pada hari ke 8 bulan dzul hijjah) menuju Mina dan menginap di Mina dan pada pagi harinya beliau menuju ke Arafah. Setelah sampai di Namirah beliau berkhutbah yang didengarkan oleh lebih dari 100 ribu orang, yang berbunyi:
“wahai sekalian manusia dengarkanlah perkataanku, karena sesungguhnya aku tidak tahu boleh jadi aku tidak akan bertemu lagi dengan kalian setelah tahun ini di tempat wuquf seperti ini selama-lamanya. Sesungguhny darah kalian dan harta kalian terlindungi dan mulia sebagaimana kemuliaan hari kalian ini, di bulan kalian ini, di bumi kalian ini. Ketahuilah, segala sesuatu dari masalah jahiliyah sudah terinjak di bawah kakiku, darah jahiliyah sudah tidak berlaku. Dan sesungguhnya darah pertama yang aku batalkan adalah darah Ibnu Rabi’ah bin al Harits. Riba jahiliyah sudah tidak berlaku dan riba pertama yang aku batalkan adalah riba Abbas bin Abdul Muthalib, karena semua itu tidak berlaku lagi.
Bertakwalah kalian kepada Allah dalam masalah perempuan karena kalian mengambil mereka sebagai amanat dari Allah dan kalian menjadi halal dengan kalimat syahadat. Kewajiban mereka terhadap kalian adalah mereka tidak memberi kesempatan orang yang tidak kalian suka tinggal di tempat kalian. Jika mereka berbuat demikian pukullah mereka dengan pukulan yang tidak membahayakan. Sedangkan kewajiban kalian terhadap mereka adalah memberi nafkah dan pakaian yang layak.
Dan sungguh telah aku tinggalkan pada kalian sesuatu yang kalian tidak akan tersesat apabila berpegang teguh dengannya yaitu kitabullah dan sunnahku. Wahai sekalian manusia, sesungguhnya tiada lagi nabi setelahku dan tiada lagi umat setelah kalian. Maka sembahlah Rabb kalian, shalatlah lima waktu, berpuasalah pada bulan ramadhan, tunaikanlah zakat kalian dengan lapang dada, berhajilah ke rumah Rabb kalian dan patuhilah pemimpin-pemimpin kalian niscaya kalian masuk surga.”
Kemudian beliau menginap di muzdalifah dan menjamak shalat maghrib dan isya’ dan melaksanakan shalat shubuh di awal waktu.
Sebelum matahari terbit beliau menuju mina untuk melempar jumrah aqabah menyembelih kurban dan mencukur kepalanya dan kemudian menuju Makkah untuk melaksanakan thawaf ifadhah.
Pada hari tersebut rasulullah mengulang khutbahnya yang kemarin dan menyampaikan : “sesungguhnya masa telah berputar seperti keadaannya di waktu diciptakannya langit dan bumi. Dalam satu tahun terdapat 12 bulan, empat di antaranya bulan-bulan suci. Sesungguhnya darah kalian dan harta kalian serta kehormatan kalian adalah suci dan mulia sebagaimana suci dan mulianya hari ini, bulan ini dan negeri ini. Kalian akan menjumpai Rabb kalian dan menanyai amal perbuatan kalian. Ketahuilah jangan sekali-kali sepeninggalku nanti kalian akan kembali kepada kesesatan di mana kalian saling bunuh membunuh. Ketahuilah tidak seorangpun berbuat dosa kecuali berakibat kepada dirinya sendiri. Ketahuilah, hendaknya seseorang tidak berbuat dosa terhadap anaknya dan tidak pula anak berbuat dosa kepada orangtuanya. Ketahuilah pula, setan telah putus asa disembah di negeri ini selama-lamanya. Akan tetapi ia akan dipatuhi di dalam amal baik yang kalian sepelekan, maka ia puas dengan hal itu.”
Beliau kemudian menghabiskan hari tasyrik di mina untuk melempar jumrah ‘ula, wustha dan aqabah, mengajarkan syariat islam, berdzikir kepada Allah dan juga berkhutbah di salah satu harinya. Pada tanggal 13 dzulhijjah beliau pergi meninggalkan mina, menginap di kampung bani kinanah dan kemudian menuju Makkah untuk melaksanakan thawaf wada’. Dan kemudian kembali ke Madinah.
kemenangan islam
Kemenangan Islam
Setelah peperangan Khandaq, Nabi bersabda : “setelah tahun ini, orang-orang quraisy tidak akan menyerang kalian, namun kalian yang akan menyerang mereka”
1. Perjanjian Hudaibiyah (sebuah nama tempat di dekat Makkah dari arah bawah)
- Pada bulan dzul qa’idah tahun ke-6 H rasulullah mengajak para sahabat dan orang-orang arab di sekitar Madinah untuk pergi bersama beliau menuju Makkah. Pada waktu itu beliau memakai pakaian ihram dan membawa hewan sembelihan untuk umrah.
- Orang-orang quraisy mendengar kabar bahwa rasulullah keluar dengan orang-orang banyak menuju Makkah dan orang-orang quraisy menolak kedatangan rasulullah.
- Rasulullah memerintahkan sahabat untuk melewati jalan yang tidak dilalui oleh quraisy sehingga beliau dan rombongannya dapat sampai di Hudaibiyah tanpa adanya gangguan dari quraisy, ketika itu unta beliau mogok sehingga beliau berhenti. (sebelumnya, pasukan khalid bin walid sempat melihat rombongan nabi Muhammad menuju Makkah dan nabi juga sempat melihat pasukan Khalid, tetapi nabi yang tidak berkeinginan untuk berperang memerintahkan agar melewati jalan yang aman. Pada saat itu turun syariat untuk shalat khauf –shalat dalam keadaan takut-)
• utusan-utusan quraisy untuk menahan kedatangan beliau di makkah
1. Budail al-khuza’i bani khuza’ah adalah saudara dekat rasulullah
2. Mikraz seorang yang pandai bicara
Rasulullah menemui dua orang ini dan berbicara maksud kedatangan beliau ke makkah dan mereka berdua melaporkan kepada quraisy
3. Hulais bin al-qamah pemimpin kaum ahabisy yang dikenal sebagai orang yang taat beribadah
Rasulullah memerintahkan para sahabat menunjukkan hewan-hewan yang akan disembelih sehingga Hulais bisa melihat bahwa kedatangan rasulullah adalah untuk beribadah, Hulais sendiri tidak bertemu dengan rasulullah
4. urwah bin mas’ud tokoh dari bani tsaqif (dari tha’if)
rasulullah menemui urwah dan berkata sebagaimana kepada dua orang utusan sebelumnya, ketika urwah akan pulang untuk melaporkan keadaan kepada quraisy, urwah sempat melihat kecintaan para sahabat kepada rasulullah.
• utusan nabi Muhammad kepada quraisy untuk meminta izin memasuki makkah
1. Khurasy al-Khuza’i beliau menaiki unta nabi, tetapi di tengah perjalanan unta nabi dibunuh oleh Ikrimah dan khurasy dipukuli dan akan dibunuh oleh Ikrimah bin Abu Jahal, tetapi dicegah oleh kaum ahabisy.
2. Usman bin Affan sebenarnya, nabi menunjuk Umar bin Khaththab, tetapi umar menolak dan menyarankan agar Usman yang ditunjuk. Usman dapat bertemu dengan orang-orang quraisy karena ketokohan dan kebangsawanan Usman. Dan usman sempat ditawari untuk thawaf, tetapi usman menolak karena tidak ingin mendahului rasulullah dalam berthawaf. Karena usman terlalu lama berada di Makkah, tersiar kabar di antara kaum muslimin bahwa Usman dibunuh, maka nabi memerintahkan untuk berbaiat menuntut kematian usman. Baiat ini disebut dengan baiatur ridhwan (Q.S. Al-Fath:18)
- Pelaksanaan perdamaian Hudaibiyah :
Quraisy kemudian mengutus Suhail bin Amr untuk menemui Nabi dan membicarakan perjanjian antara quraisy dan Nabi yang berisi :
a. Nabi tidak boleh memasuki Makkah pada tahun itu dan boleh memasukinya satu tahun lagi selama tiga hari dengan aman tanpa gangguan(Q.S. Al-Fath:27)
b. Gencatan senjata antara nabi dengan quraisy selama 10 tahun
c. Orang Madinah yang keluar ke Makkah tidak dikembalikan, sedangkan laki-laki Makkah yang pergi ke Madinah harus dikembalikan
d. Orang-orang arab bebas bersekutu dengan quraisy atau Nabi
Setelah perjanjian tersebut disepakati, Abu Jandal (anak Suhail bin Amru yang akan masuk Islam) menghadap nabi dan berusaha bergabung dengan nabi akan tetapi, karena perjanjian sudah disepakati maka Abu Jandal harus dikembalikan ke Makkah bahkan dipukuli oleh ayahnya sendiri dengan kayu berduri di hadapan nabi dan para sahabatnya. Melihat perlakuan tersebut, kaum muslimin sangat kecewa dengan perjanjian hudaibiyah sampai-sampai mereka mengabaikan perintah nabi untuk bercukur dan menyembelih kurban hingga nabi melakukan sendiri penyembelihan kurban dan bercukur di hadapan kaum muslimin dan kemudian kaum muslimin mengikuti apa yang dilakukan oleh nabi (hal tersebut atas saran dari ummu salamah, salah satu istri nabi)
- perjanjian Hudaibiyah merupakan kemenangan yang luar biasa bagi umat Islam. Allah menurunkan keseluruhan Q.S. Al-Fath (kemenangan) atas peristiwa ini.
- Setelah peristiwa hudaibiyah, rasulullah dengan nyaman berdakwah ke luar negeri dan menyampaikan surat kepada para raja agar mereka memeluk Islam, a.l.:
1. Heraklius, raja romawi utusan nabi diperlakukan dengan hormat
2. Kisra, raja persia surat nabi dirobek kemudian nabi bersabda Allah akan merobek-robek kerajaan persia.
3. Najasy masuk Islam
4. Muqauqis surat nabi diterima. Muqauqis memberikan hadiah kepada Nabi
5. raja-raja di Yaman, Oman, Bahrain yang sebagian masuk Islam dan sebagian menolak
2. Khaibar (perang melawan Yahudi)
Khaibar merupakan penampungan Yahudi terakhir yang masih ada di jazirah arab pada saat itu. Mereka berkomplot dengan musuh-musuh nabi untuk mengadakan penyerangan. Maka pada bulan Muharam tahu ke-7 H nabi menyerang Yahudi khaibar dan mengusir mereka dari jazirah arab selamanya, walaupun masih ada sebagian yahudi yang minta izin kepada nabi untuk mengurusi pertanian dan akan memberikan separuh hasilnya kepada umat Islam. Dan akhirnya, mereka semuanya diusir dari Khaibar pada saat Umar bin Khaththab menjadi khalifah.
Kemenangan di Khaibar sangat membahagiakan, apalagi harta yang diperoleh sangat berlimpah. Setelah peperangan berakhir, rombongan muhajirin dari habasyah (dipimpin oleh Ja’far bin Abu Thalib) pulang ke Madinah dan disambut oleh nabi dengan kegembiraan yang luar biasa.
3. Fathu Makkah
- Waktu : Ramadhan tahun 8 H (rasulullah berangkat tanggal 10)
- Sebab : Bani Bakar (yang bersekutu dengan quraisy) menyerang bani Khuza’ah (yang bersekutu dengan nabi). Penyerangan ini dibantu langsung oleh quraisy. Quraisy yang menyadari kesalahannya, mengutus Abu Sufyan bin Harb untuk berusaha memperbaiki perjanjian Hudaibiyah yang sudah mereka langgar sendiri. Usaha Abu Sufyan ini gagal total.
- Nabi memerintahkan kaum muslimin bersiap dan merahasiakan persiapan tersebut. Namun, ada salah satu pahlawan badar yang berusaha membocorkan rencana tersebut (bernama Hathib) karena mengingat keluarganya yang berada di makkah. Oleh nabi sahabat tersebut dimaafkan. Dan Allah menurunkan Q.S. Al-Mumtahanah : 1.
- Nabi berangkat ke Makkah bersama 10000 pasukan dengan perjalanan yang cepat. Dua orang Abu Sufyan (Abu Sufyan bin Harits –cucu Abdul Muthalib- dan abu sufyan bin harb) masuk Islam pada peristiwa ini. Abu Sufyan bin Harb masuk Islam atas dorongan dan perlindungan Abbas bin Abdul Muthalib, dan karena Abu Sufyan bin Harb masih sangat cinta dengan kekuasaan, maka Nabi mengumumkan agar orang-orang Makkah masuk ke rumah abu sufyan (1), atau masuk ke masjidil haram (2) atau menutup pintu rumah mereka masing-masing (3) agar aman dari pasukan rasulullah sehingga tidak ada peperangan. Pada hari itu rasulullah bersabda “pada hari ini ka’bah harus dihormati”.
- Rasulullah memasuki Makkah dari arah utara (atas) di belakang pasukan , di sebelah kanan Khalid bin Walid memimpin pasukan, di sebelah kiri Zubair bin Awwam, di depan adalah Abu Ubaidah.
- Rasulullah masih berpuasa ketika berangkat, akan tetapi beliau berbuka di perjalanan dan tidak melanjutkan puasanya (mengganti di hari lain) selama beliau berada di Makkah dan beliau juga melaksanakan shalat secara qashar. Beliau berada di Makkah selama sebulan atau kurang.
- Setelah makkah dimasuki secara aman, rasulullah kemudian membersihkan Ka’bah dari berhala-berhala dan gambar-gambar dan kemudian memerintahkan Bilal untuk adzan di atas ka’bah.
- Berkenaan dengan fathu Makkah ini Allah menurunkan Q.S An-Nashr.
Setelah peperangan Khandaq, Nabi bersabda : “setelah tahun ini, orang-orang quraisy tidak akan menyerang kalian, namun kalian yang akan menyerang mereka”
1. Perjanjian Hudaibiyah (sebuah nama tempat di dekat Makkah dari arah bawah)
- Pada bulan dzul qa’idah tahun ke-6 H rasulullah mengajak para sahabat dan orang-orang arab di sekitar Madinah untuk pergi bersama beliau menuju Makkah. Pada waktu itu beliau memakai pakaian ihram dan membawa hewan sembelihan untuk umrah.
- Orang-orang quraisy mendengar kabar bahwa rasulullah keluar dengan orang-orang banyak menuju Makkah dan orang-orang quraisy menolak kedatangan rasulullah.
- Rasulullah memerintahkan sahabat untuk melewati jalan yang tidak dilalui oleh quraisy sehingga beliau dan rombongannya dapat sampai di Hudaibiyah tanpa adanya gangguan dari quraisy, ketika itu unta beliau mogok sehingga beliau berhenti. (sebelumnya, pasukan khalid bin walid sempat melihat rombongan nabi Muhammad menuju Makkah dan nabi juga sempat melihat pasukan Khalid, tetapi nabi yang tidak berkeinginan untuk berperang memerintahkan agar melewati jalan yang aman. Pada saat itu turun syariat untuk shalat khauf –shalat dalam keadaan takut-)
• utusan-utusan quraisy untuk menahan kedatangan beliau di makkah
1. Budail al-khuza’i bani khuza’ah adalah saudara dekat rasulullah
2. Mikraz seorang yang pandai bicara
Rasulullah menemui dua orang ini dan berbicara maksud kedatangan beliau ke makkah dan mereka berdua melaporkan kepada quraisy
3. Hulais bin al-qamah pemimpin kaum ahabisy yang dikenal sebagai orang yang taat beribadah
Rasulullah memerintahkan para sahabat menunjukkan hewan-hewan yang akan disembelih sehingga Hulais bisa melihat bahwa kedatangan rasulullah adalah untuk beribadah, Hulais sendiri tidak bertemu dengan rasulullah
4. urwah bin mas’ud tokoh dari bani tsaqif (dari tha’if)
rasulullah menemui urwah dan berkata sebagaimana kepada dua orang utusan sebelumnya, ketika urwah akan pulang untuk melaporkan keadaan kepada quraisy, urwah sempat melihat kecintaan para sahabat kepada rasulullah.
• utusan nabi Muhammad kepada quraisy untuk meminta izin memasuki makkah
1. Khurasy al-Khuza’i beliau menaiki unta nabi, tetapi di tengah perjalanan unta nabi dibunuh oleh Ikrimah dan khurasy dipukuli dan akan dibunuh oleh Ikrimah bin Abu Jahal, tetapi dicegah oleh kaum ahabisy.
2. Usman bin Affan sebenarnya, nabi menunjuk Umar bin Khaththab, tetapi umar menolak dan menyarankan agar Usman yang ditunjuk. Usman dapat bertemu dengan orang-orang quraisy karena ketokohan dan kebangsawanan Usman. Dan usman sempat ditawari untuk thawaf, tetapi usman menolak karena tidak ingin mendahului rasulullah dalam berthawaf. Karena usman terlalu lama berada di Makkah, tersiar kabar di antara kaum muslimin bahwa Usman dibunuh, maka nabi memerintahkan untuk berbaiat menuntut kematian usman. Baiat ini disebut dengan baiatur ridhwan (Q.S. Al-Fath:18)
- Pelaksanaan perdamaian Hudaibiyah :
Quraisy kemudian mengutus Suhail bin Amr untuk menemui Nabi dan membicarakan perjanjian antara quraisy dan Nabi yang berisi :
a. Nabi tidak boleh memasuki Makkah pada tahun itu dan boleh memasukinya satu tahun lagi selama tiga hari dengan aman tanpa gangguan(Q.S. Al-Fath:27)
b. Gencatan senjata antara nabi dengan quraisy selama 10 tahun
c. Orang Madinah yang keluar ke Makkah tidak dikembalikan, sedangkan laki-laki Makkah yang pergi ke Madinah harus dikembalikan
d. Orang-orang arab bebas bersekutu dengan quraisy atau Nabi
Setelah perjanjian tersebut disepakati, Abu Jandal (anak Suhail bin Amru yang akan masuk Islam) menghadap nabi dan berusaha bergabung dengan nabi akan tetapi, karena perjanjian sudah disepakati maka Abu Jandal harus dikembalikan ke Makkah bahkan dipukuli oleh ayahnya sendiri dengan kayu berduri di hadapan nabi dan para sahabatnya. Melihat perlakuan tersebut, kaum muslimin sangat kecewa dengan perjanjian hudaibiyah sampai-sampai mereka mengabaikan perintah nabi untuk bercukur dan menyembelih kurban hingga nabi melakukan sendiri penyembelihan kurban dan bercukur di hadapan kaum muslimin dan kemudian kaum muslimin mengikuti apa yang dilakukan oleh nabi (hal tersebut atas saran dari ummu salamah, salah satu istri nabi)
- perjanjian Hudaibiyah merupakan kemenangan yang luar biasa bagi umat Islam. Allah menurunkan keseluruhan Q.S. Al-Fath (kemenangan) atas peristiwa ini.
- Setelah peristiwa hudaibiyah, rasulullah dengan nyaman berdakwah ke luar negeri dan menyampaikan surat kepada para raja agar mereka memeluk Islam, a.l.:
1. Heraklius, raja romawi utusan nabi diperlakukan dengan hormat
2. Kisra, raja persia surat nabi dirobek kemudian nabi bersabda Allah akan merobek-robek kerajaan persia.
3. Najasy masuk Islam
4. Muqauqis surat nabi diterima. Muqauqis memberikan hadiah kepada Nabi
5. raja-raja di Yaman, Oman, Bahrain yang sebagian masuk Islam dan sebagian menolak
2. Khaibar (perang melawan Yahudi)
Khaibar merupakan penampungan Yahudi terakhir yang masih ada di jazirah arab pada saat itu. Mereka berkomplot dengan musuh-musuh nabi untuk mengadakan penyerangan. Maka pada bulan Muharam tahu ke-7 H nabi menyerang Yahudi khaibar dan mengusir mereka dari jazirah arab selamanya, walaupun masih ada sebagian yahudi yang minta izin kepada nabi untuk mengurusi pertanian dan akan memberikan separuh hasilnya kepada umat Islam. Dan akhirnya, mereka semuanya diusir dari Khaibar pada saat Umar bin Khaththab menjadi khalifah.
Kemenangan di Khaibar sangat membahagiakan, apalagi harta yang diperoleh sangat berlimpah. Setelah peperangan berakhir, rombongan muhajirin dari habasyah (dipimpin oleh Ja’far bin Abu Thalib) pulang ke Madinah dan disambut oleh nabi dengan kegembiraan yang luar biasa.
3. Fathu Makkah
- Waktu : Ramadhan tahun 8 H (rasulullah berangkat tanggal 10)
- Sebab : Bani Bakar (yang bersekutu dengan quraisy) menyerang bani Khuza’ah (yang bersekutu dengan nabi). Penyerangan ini dibantu langsung oleh quraisy. Quraisy yang menyadari kesalahannya, mengutus Abu Sufyan bin Harb untuk berusaha memperbaiki perjanjian Hudaibiyah yang sudah mereka langgar sendiri. Usaha Abu Sufyan ini gagal total.
- Nabi memerintahkan kaum muslimin bersiap dan merahasiakan persiapan tersebut. Namun, ada salah satu pahlawan badar yang berusaha membocorkan rencana tersebut (bernama Hathib) karena mengingat keluarganya yang berada di makkah. Oleh nabi sahabat tersebut dimaafkan. Dan Allah menurunkan Q.S. Al-Mumtahanah : 1.
- Nabi berangkat ke Makkah bersama 10000 pasukan dengan perjalanan yang cepat. Dua orang Abu Sufyan (Abu Sufyan bin Harits –cucu Abdul Muthalib- dan abu sufyan bin harb) masuk Islam pada peristiwa ini. Abu Sufyan bin Harb masuk Islam atas dorongan dan perlindungan Abbas bin Abdul Muthalib, dan karena Abu Sufyan bin Harb masih sangat cinta dengan kekuasaan, maka Nabi mengumumkan agar orang-orang Makkah masuk ke rumah abu sufyan (1), atau masuk ke masjidil haram (2) atau menutup pintu rumah mereka masing-masing (3) agar aman dari pasukan rasulullah sehingga tidak ada peperangan. Pada hari itu rasulullah bersabda “pada hari ini ka’bah harus dihormati”.
- Rasulullah memasuki Makkah dari arah utara (atas) di belakang pasukan , di sebelah kanan Khalid bin Walid memimpin pasukan, di sebelah kiri Zubair bin Awwam, di depan adalah Abu Ubaidah.
- Rasulullah masih berpuasa ketika berangkat, akan tetapi beliau berbuka di perjalanan dan tidak melanjutkan puasanya (mengganti di hari lain) selama beliau berada di Makkah dan beliau juga melaksanakan shalat secara qashar. Beliau berada di Makkah selama sebulan atau kurang.
- Setelah makkah dimasuki secara aman, rasulullah kemudian membersihkan Ka’bah dari berhala-berhala dan gambar-gambar dan kemudian memerintahkan Bilal untuk adzan di atas ka’bah.
- Berkenaan dengan fathu Makkah ini Allah menurunkan Q.S An-Nashr.
peperangan penting masa nabi
Peperangan-peperangan penting pada zaman rasulullah.
Peperangan-peperangan yang dilakukan Rasulullah dilakukan dengan tujuan untuk meninggikan kalimat Allah. Peperangan-peperangan yang dilakukan oleh beliau semuanya didahului dengan musyawarah dengan para sahabat-sahabat beliau. Rasulullah mempersiapkan peperangan setelah mengetahui kondisi musuh dari mata-mata yang sudah disiapkan oleh beliau, dan beliau mempersiapkan strategi yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi musuh-musuh beliau. Rasulullah juga mengajarkan kepada kita untuk bersabar terhadap musuh yang memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat dan tidak boleh semena-mena terhadap musuh yang sudah tidak berdaya.
A. Peperangan melawan kaum musyrik
1. Badar kubro
merupakan pembeda antara yang haq (muslim) dan yang bathil (kafir)
sebab : Rasulullah mengajak kaum muslimin (diikuti oleh 300an orang dengan 2 kuda dan 7 unta, sehingga satu unta dinaiki 3-4 orang) untuk menyergap rombongan dagang Abu Sufyan yang akan melewati badar (+ 200 Km dari Madinah) dari perjalanan Syam menuju Makkah.
waktu dan tempat : Ramadhan tahun 2 H di Badar (beberapa riwayat menyebutkan pada tanggal 17 hari jumat)
peperangan ini tidaklah direncanakan sebelumnya. Maksud dari rasulullah mengajak kaum muslimin adalah untuk menyergap kafilah dagang Abu Sufyan, akan tetapi ternyata Abu Sufyan dan rombongan dagangnya mendengar bahwa mereka dikejar oleh Rasulullah dan pasukannya sehingga mereka mempercepat perjalanan dan membelokkan arah melewati pantai. Selain itu, Abu Sufyan sempat minta bantuan ke Makkah dan disambut oleh Abu Jahal dkk dengan mengirimkan + 1000 pasukan lengkap untuk menumpas rasulullah dan pasukannya. Ketika ternyata Abu Sufyan dan rombongannya selamat, mereka mengabarkan kepada pasukan Abu Jahal untuk kembali saja ke Makkah, namun Abu Jahal dengan sombong mengatakan bahwa mereka akan diam di Badar dan minum arak hingga tiga hari dan jika memungkinkan akan menghancurkan pasukan rasulullah. Dan Allah menetapkan bahwa mereka akan bertempur pada hari itu (Q.S. Al-Anfaal : 42). Ketika melihat pasukan musuh yang sangat besar, Nabi berdoa memohon pertolongan dari Allah dan kemudian Allah menurunkan bantuan dengan 1000 malaikat (Q.S Al-Anfaal : 9), melihat malaikat yang turun maka setan lari dari peperangan (Q.S. Al-Anfaal : 48). Atas pertolongan Allah Ta’ala maka kaum muslimin memperoleh kemenangan dan berhasil mengambil tawanan orang-orang kafir dan memperoleh uang tebusan dari orang-orang kafir, tetapi tindakan Rasulullah mengambil tebusan ditegur oleh Allah ta’ala. (Q.S. Al-Anfaal:67)
info lebih lanjut tentang perang badar buka http://muslim.or.id/sejarah-islam/pelajaran-dari-perang-badar.html
2. Uhud
Merupakan pembeda antara mukmin dan munafiq
Sebab : Abu Sufyan dkk ingin membalas kekalahan pada perang badr yang menyebabkan sekian banyak pemimpin dan bangsawan kafir Quraisy mati.
Waktu : Syawwal tahun 3 H
Tempat : Perbukitan Uhud (+ 6 km dari Madinah) sebelumnya rasulullah bermusyawarah dengan para sahabatnya untuk melawan kaum kafir di Madinah saja atau di luar Madinah. Beberapa sahabat yang tidak ikut perang badar mengusulkan agar berperang di luar Madinah,sedangkan Abdullah bin Ubay dan beberapa orang mengusulkan agar berperang di Madinah saja.
Jumlah pasukan :
- Kafir quraisy : 3000 pasukan, terdiri dari penunggang kuda 200 orang, dan yang mengenakan baju besi 700 orang. Komandan pasukan tertinggi yaitu Abu Sufyan, komandan pasukan berkuda sebelah kanan yaitu Khalid bin Al-Walid dan sebelah kiri adalah Ikrimah bin Abu Jahal.
- Kaum muslimin : 1000 pasukan, terdiri dari 100 pasukan mengenakan baju besi, dan 50 pasukan penunggang kuda (tetapi Abdullah bin Ubay memimpin 300 orang munafiq keluar dari barisan dan kembali menuju Madinah)
Jalannya perang :
Berdasarkan informasi dari Abbas bin Abdul Mutholib, bahwa orang-orang qurasiy mempersiapkan pasukan yang sangat besar untuk menyerang Madinah, maka nabi segera mengadakan musyawarah untuk menghadapi orang-orang quraisy. Dalam musyawarah diputuskan bahwa nabi akan menghadapi orang-orang quraisy di Uhud. Sesampinya di uhud, nabi berjalan melewati lembah uhud dan mengatur pasukannya dengan menempatkan beberapa pasukan pemanah di atas bukit untuk melindungi pasukan muslimin dari sebelah belakang.
Peperangan pada awalnya dimenangkan oleh umat islam ynag berhasil memukul mundur pasukan kafir hingga ke tenda para wanita, dan nampaklah harta kaum kafir yang sangat banyak. Melihat kemenangan dan harta yang banyak ini, pasukan pemanah tidak disiplin dan turun dari tempatnya untuk mengejar harta kekayaan karena para pemanah mengira bahwa kaum kafir tidak akan bisa membalas kekalahan ini sebagaimana ketika perang badar. Namun, pasukan berkuda yang dipimpin Khalid bin al-Walid melihat bahwa pasukan pemanah sudah meninggalkan posisinya dan kemudian memerintahkan pasukannya bersama dengan pasukan Ikrimah memacu kuda-kuda mereka menyerang pasukan muslimin dari arah belakang. Karena serangan dari dua arah, maka kaum muslimin menjadi terpecah, dan sebagian dari kaum muslimin melarikan diri dari peperangan tetapi Allah memaafkan mereka (Q.S. Ali Imran:155). Atas kekalahan pada perang uhud ini, Allah menurunkan Q.S Ali ‘Imran : 140. Hari berikutnya, dengan pasukan yang tersisa, rasulullah bermaksud untuk mengejar kaum kafir, akan tetapi kaum kafir sudah melarikan diri dan pulang ke Makkah.
Hal-hal mengenai peperangan Uhud
Jumlah korban di pihak kaum muslimin adalah sekitar 70 orang syuhada’ termasuk di antaranya adalah Hamzah bin Abdul Mutholib. Kondisi para syuhada’ ini sangat memprihatinkan karena sebagian tubuh mereka dipotong (telinga, mulut, dll karena kebencian kaum kafir terhadap para syuhada). Dan para syuhada disholatkan, kemudian dikuburkan dengan pakaian mereka (tidak dimandikan)
info lebih lanjut tentang perang uhud dan kejadian setelahnya buka http://kisahmuslim.com/pasca-perang-uhud/ atau http://id.wikipedia.org/wiki/Pertempuran_Uhud
B. Peperangan mengusir yahudi
1. Perang Bani Qainuqa’
Sebab : seorang muslimah yang sedang berjualan di pasar bani qainuqa’ dibuka auratnya (ditarik jilbabnya)
Waktu : setelah perang badar dan sebelum perang uhud
Rasulullah mengepung kampung bani qainuqa’ selama 15 hari hingga orang-orang bani qainuqa’ menyerah dan sebagian melarikan diri
info lebih lanjut tentang perang ini baca http://almanhaj.or.id/content/3895/slash/0/perang-bani-qainuqa/
2. Perang bani Nadhir
Sebab : pemimpin bani nadhir (huyay bin akhtab) merencanakan pembunuhan rasulullah padahal pada saat itu rasulullah sedang berada di kampung bani nadhir untuk membicarakan sesuatu.
Waktu : setelah perang uhud
Rasulullah bersama pasukannya menyerang bani nadhir dan mengusir mereka dari madinah
Allah ta’ala menurunkan Q.S. Al-Hasyr
info lebih lanjut tentang perang ini baca http://tarbiyahonline.com/perang-bani-nadhir
C. Perang Ahzab/perang Khandaq
Ahzab berarti golongan-golongan, sedangkan khandaq berarti parit
Sebab : tokoh-tokoh bani nadhir yang diusir oleh Nabi mendatangi orang kafir quraisy untuk bekerja sama membunuh nabi dan tokoh-tokoh bani nadhir ini juga menghasut suku-suku yang memusuhi nabi sehingga semuanya berkumpul menjadi satu pasukan
Waktu : syawwal tahun 5 H
Jalannya perang :
Pasukan gabungan dari kafir quraisy, bani ghatafan dll dari orang-orang musyrik disertai dengan pasukan dari orang-orang yahudi bergerak menuju madinah berjumlah 10000 pasukan, hal ini diketahui nabi melalui mata-mata dan beliau segera bermusyawarah dengan para sahabat. Atas usulan dari Salman yang berasal dari persia (Salman al-Farisi) maka beliau membuat parit yang besar di utara Madinah (karena Madinah dikelilingi oleh bukit-bukit dan kebun-kebun kurma kecuali dari arah sebelah utara) yakni di antara bukit wabrah dan bukit waqim. Ketika proses pembuatan parit, banyak sekali mukjizat nabi yang diperlihatkan kepada kaum muslimin.
Pembuatan parit selesai sebelum pasukan kafir sampai, sehingga mereka hanya bisa melihat dari pinggiran parit (Q.S. Al-Ahzab : 10). Rasulullah keluar dengan membawa 3000 prajurit yang berjaga di sisi parit yang lain.
Ternyata, orang-orang bani quraidhah yang masih berada di dalam kota madinah berkhianat dan bermaksud menyerang madinah yang sudah hampir kosong dari prajurit nabi, tetapi Allah menjaga umat Islam dengan terbunuhnya mata-mata yahudi quraidhah oleh shafiyah, bibi nabi.
Akhir peperangan ahzab adalah adanya seorang muslim dari bani ghatafan yang bernama Nu’aim bin Mas’ud yang mengadu domba persatuan kaum kafir sehingga mereka terpecah, dan selain itu adanya pertolongan dari Allah dengan mengirimkan angin topan yang menerbangkan tenda-tenda serta peralatan makan orang-orang kafir.
Allah menurunkan beberapa ayat dalam Q.S. Al-Ahzab berkenaan denga perang ini.
info lebih lanjut tentang perang ini baca http://theistitute.wordpress.com/2013/10/14/belajar-dari-perang-khandaq/
D. Perang melawan yahudi (lanjutan)
3. perang bani quraidhah
sebab : pengkhianatan bani quraidhah pada perang ahzab
waktu : setelah perang khandaq (tahun 5 H)
rasulullah mengepung bani quraidhah selama 25 hari dan membunuh setiap laki-laki yang telah baligh dari bani quraidhah (yang merupakan keputusan dari sa'ad bin mu'adz yang merupakan sekutu dari orang-orang-orang bani quraidhah, keputusan sa'ad ini dipuji nabi sebagai keputusan yang diturunkan dari atas tujuh langit)
info lebih lanjut tentang perang ini baca http://iwanwe.blogspot.com/2013/09/perang-bani-quraizhah.html
Peperangan-peperangan yang dilakukan Rasulullah dilakukan dengan tujuan untuk meninggikan kalimat Allah. Peperangan-peperangan yang dilakukan oleh beliau semuanya didahului dengan musyawarah dengan para sahabat-sahabat beliau. Rasulullah mempersiapkan peperangan setelah mengetahui kondisi musuh dari mata-mata yang sudah disiapkan oleh beliau, dan beliau mempersiapkan strategi yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi musuh-musuh beliau. Rasulullah juga mengajarkan kepada kita untuk bersabar terhadap musuh yang memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat dan tidak boleh semena-mena terhadap musuh yang sudah tidak berdaya.
A. Peperangan melawan kaum musyrik
1. Badar kubro
merupakan pembeda antara yang haq (muslim) dan yang bathil (kafir)
sebab : Rasulullah mengajak kaum muslimin (diikuti oleh 300an orang dengan 2 kuda dan 7 unta, sehingga satu unta dinaiki 3-4 orang) untuk menyergap rombongan dagang Abu Sufyan yang akan melewati badar (+ 200 Km dari Madinah) dari perjalanan Syam menuju Makkah.
waktu dan tempat : Ramadhan tahun 2 H di Badar (beberapa riwayat menyebutkan pada tanggal 17 hari jumat)
peperangan ini tidaklah direncanakan sebelumnya. Maksud dari rasulullah mengajak kaum muslimin adalah untuk menyergap kafilah dagang Abu Sufyan, akan tetapi ternyata Abu Sufyan dan rombongan dagangnya mendengar bahwa mereka dikejar oleh Rasulullah dan pasukannya sehingga mereka mempercepat perjalanan dan membelokkan arah melewati pantai. Selain itu, Abu Sufyan sempat minta bantuan ke Makkah dan disambut oleh Abu Jahal dkk dengan mengirimkan + 1000 pasukan lengkap untuk menumpas rasulullah dan pasukannya. Ketika ternyata Abu Sufyan dan rombongannya selamat, mereka mengabarkan kepada pasukan Abu Jahal untuk kembali saja ke Makkah, namun Abu Jahal dengan sombong mengatakan bahwa mereka akan diam di Badar dan minum arak hingga tiga hari dan jika memungkinkan akan menghancurkan pasukan rasulullah. Dan Allah menetapkan bahwa mereka akan bertempur pada hari itu (Q.S. Al-Anfaal : 42). Ketika melihat pasukan musuh yang sangat besar, Nabi berdoa memohon pertolongan dari Allah dan kemudian Allah menurunkan bantuan dengan 1000 malaikat (Q.S Al-Anfaal : 9), melihat malaikat yang turun maka setan lari dari peperangan (Q.S. Al-Anfaal : 48). Atas pertolongan Allah Ta’ala maka kaum muslimin memperoleh kemenangan dan berhasil mengambil tawanan orang-orang kafir dan memperoleh uang tebusan dari orang-orang kafir, tetapi tindakan Rasulullah mengambil tebusan ditegur oleh Allah ta’ala. (Q.S. Al-Anfaal:67)
info lebih lanjut tentang perang badar buka http://muslim.or.id/sejarah-islam/pelajaran-dari-perang-badar.html
2. Uhud
Merupakan pembeda antara mukmin dan munafiq
Sebab : Abu Sufyan dkk ingin membalas kekalahan pada perang badr yang menyebabkan sekian banyak pemimpin dan bangsawan kafir Quraisy mati.
Waktu : Syawwal tahun 3 H
Tempat : Perbukitan Uhud (+ 6 km dari Madinah) sebelumnya rasulullah bermusyawarah dengan para sahabatnya untuk melawan kaum kafir di Madinah saja atau di luar Madinah. Beberapa sahabat yang tidak ikut perang badar mengusulkan agar berperang di luar Madinah,sedangkan Abdullah bin Ubay dan beberapa orang mengusulkan agar berperang di Madinah saja.
Jumlah pasukan :
- Kafir quraisy : 3000 pasukan, terdiri dari penunggang kuda 200 orang, dan yang mengenakan baju besi 700 orang. Komandan pasukan tertinggi yaitu Abu Sufyan, komandan pasukan berkuda sebelah kanan yaitu Khalid bin Al-Walid dan sebelah kiri adalah Ikrimah bin Abu Jahal.
- Kaum muslimin : 1000 pasukan, terdiri dari 100 pasukan mengenakan baju besi, dan 50 pasukan penunggang kuda (tetapi Abdullah bin Ubay memimpin 300 orang munafiq keluar dari barisan dan kembali menuju Madinah)
Jalannya perang :
Berdasarkan informasi dari Abbas bin Abdul Mutholib, bahwa orang-orang qurasiy mempersiapkan pasukan yang sangat besar untuk menyerang Madinah, maka nabi segera mengadakan musyawarah untuk menghadapi orang-orang quraisy. Dalam musyawarah diputuskan bahwa nabi akan menghadapi orang-orang quraisy di Uhud. Sesampinya di uhud, nabi berjalan melewati lembah uhud dan mengatur pasukannya dengan menempatkan beberapa pasukan pemanah di atas bukit untuk melindungi pasukan muslimin dari sebelah belakang.
Peperangan pada awalnya dimenangkan oleh umat islam ynag berhasil memukul mundur pasukan kafir hingga ke tenda para wanita, dan nampaklah harta kaum kafir yang sangat banyak. Melihat kemenangan dan harta yang banyak ini, pasukan pemanah tidak disiplin dan turun dari tempatnya untuk mengejar harta kekayaan karena para pemanah mengira bahwa kaum kafir tidak akan bisa membalas kekalahan ini sebagaimana ketika perang badar. Namun, pasukan berkuda yang dipimpin Khalid bin al-Walid melihat bahwa pasukan pemanah sudah meninggalkan posisinya dan kemudian memerintahkan pasukannya bersama dengan pasukan Ikrimah memacu kuda-kuda mereka menyerang pasukan muslimin dari arah belakang. Karena serangan dari dua arah, maka kaum muslimin menjadi terpecah, dan sebagian dari kaum muslimin melarikan diri dari peperangan tetapi Allah memaafkan mereka (Q.S. Ali Imran:155). Atas kekalahan pada perang uhud ini, Allah menurunkan Q.S Ali ‘Imran : 140. Hari berikutnya, dengan pasukan yang tersisa, rasulullah bermaksud untuk mengejar kaum kafir, akan tetapi kaum kafir sudah melarikan diri dan pulang ke Makkah.
Hal-hal mengenai peperangan Uhud
Jumlah korban di pihak kaum muslimin adalah sekitar 70 orang syuhada’ termasuk di antaranya adalah Hamzah bin Abdul Mutholib. Kondisi para syuhada’ ini sangat memprihatinkan karena sebagian tubuh mereka dipotong (telinga, mulut, dll karena kebencian kaum kafir terhadap para syuhada). Dan para syuhada disholatkan, kemudian dikuburkan dengan pakaian mereka (tidak dimandikan)
info lebih lanjut tentang perang uhud dan kejadian setelahnya buka http://kisahmuslim.com/pasca-perang-uhud/ atau http://id.wikipedia.org/wiki/Pertempuran_Uhud
B. Peperangan mengusir yahudi
1. Perang Bani Qainuqa’
Sebab : seorang muslimah yang sedang berjualan di pasar bani qainuqa’ dibuka auratnya (ditarik jilbabnya)
Waktu : setelah perang badar dan sebelum perang uhud
Rasulullah mengepung kampung bani qainuqa’ selama 15 hari hingga orang-orang bani qainuqa’ menyerah dan sebagian melarikan diri
info lebih lanjut tentang perang ini baca http://almanhaj.or.id/content/3895/slash/0/perang-bani-qainuqa/
2. Perang bani Nadhir
Sebab : pemimpin bani nadhir (huyay bin akhtab) merencanakan pembunuhan rasulullah padahal pada saat itu rasulullah sedang berada di kampung bani nadhir untuk membicarakan sesuatu.
Waktu : setelah perang uhud
Rasulullah bersama pasukannya menyerang bani nadhir dan mengusir mereka dari madinah
Allah ta’ala menurunkan Q.S. Al-Hasyr
info lebih lanjut tentang perang ini baca http://tarbiyahonline.com/perang-bani-nadhir
C. Perang Ahzab/perang Khandaq
Ahzab berarti golongan-golongan, sedangkan khandaq berarti parit
Sebab : tokoh-tokoh bani nadhir yang diusir oleh Nabi mendatangi orang kafir quraisy untuk bekerja sama membunuh nabi dan tokoh-tokoh bani nadhir ini juga menghasut suku-suku yang memusuhi nabi sehingga semuanya berkumpul menjadi satu pasukan
Waktu : syawwal tahun 5 H
Jalannya perang :
Pasukan gabungan dari kafir quraisy, bani ghatafan dll dari orang-orang musyrik disertai dengan pasukan dari orang-orang yahudi bergerak menuju madinah berjumlah 10000 pasukan, hal ini diketahui nabi melalui mata-mata dan beliau segera bermusyawarah dengan para sahabat. Atas usulan dari Salman yang berasal dari persia (Salman al-Farisi) maka beliau membuat parit yang besar di utara Madinah (karena Madinah dikelilingi oleh bukit-bukit dan kebun-kebun kurma kecuali dari arah sebelah utara) yakni di antara bukit wabrah dan bukit waqim. Ketika proses pembuatan parit, banyak sekali mukjizat nabi yang diperlihatkan kepada kaum muslimin.
Pembuatan parit selesai sebelum pasukan kafir sampai, sehingga mereka hanya bisa melihat dari pinggiran parit (Q.S. Al-Ahzab : 10). Rasulullah keluar dengan membawa 3000 prajurit yang berjaga di sisi parit yang lain.
Ternyata, orang-orang bani quraidhah yang masih berada di dalam kota madinah berkhianat dan bermaksud menyerang madinah yang sudah hampir kosong dari prajurit nabi, tetapi Allah menjaga umat Islam dengan terbunuhnya mata-mata yahudi quraidhah oleh shafiyah, bibi nabi.
Akhir peperangan ahzab adalah adanya seorang muslim dari bani ghatafan yang bernama Nu’aim bin Mas’ud yang mengadu domba persatuan kaum kafir sehingga mereka terpecah, dan selain itu adanya pertolongan dari Allah dengan mengirimkan angin topan yang menerbangkan tenda-tenda serta peralatan makan orang-orang kafir.
Allah menurunkan beberapa ayat dalam Q.S. Al-Ahzab berkenaan denga perang ini.
info lebih lanjut tentang perang ini baca http://theistitute.wordpress.com/2013/10/14/belajar-dari-perang-khandaq/
D. Perang melawan yahudi (lanjutan)
3. perang bani quraidhah
sebab : pengkhianatan bani quraidhah pada perang ahzab
waktu : setelah perang khandaq (tahun 5 H)
rasulullah mengepung bani quraidhah selama 25 hari dan membunuh setiap laki-laki yang telah baligh dari bani quraidhah (yang merupakan keputusan dari sa'ad bin mu'adz yang merupakan sekutu dari orang-orang-orang bani quraidhah, keputusan sa'ad ini dipuji nabi sebagai keputusan yang diturunkan dari atas tujuh langit)
info lebih lanjut tentang perang ini baca http://iwanwe.blogspot.com/2013/09/perang-bani-quraizhah.html
Rasulullah tiba di Yatsrib (Madinah)
Rasulullah tiba di Yatsrib (Madinah)
Sebelum Nabi Muhammad dan Abu Bakar tiba di Madinah (Yatsrib), kabar mengenai keberangkatan Nabi bersama Abu Bakar sudah tersiar di Madinah, sehingga banyak kaum Anshar yang menunggu kedatangan Nabi dan Abu Bakar di gerbang Madinah.
Sesampainya di Madinah, Rasulullah mulai membangun masyarakat Islam yang teratur (madani). Pengaturan tersebut meliputi :
a. memperkokoh hubungan umat Islam dengan Alloh
sebelum memasuki kota Madinah, rasulullah sempat berhenti sejenak di kampung Quba dan membangun masjid yang dikenal dengan masjid Quba, dan itulah masjid yang pertama kali dibangun oleh rasulullah dan tercantum dalam Q.S. At-taubah (9) :108.
Selain itu, ketika sampai di Madinah, pekerjaan pertama yang dilakukan nabi adalah membangun masjid nabi di tempat unta beliau berhenti dan kemudian baru membangun rumah beliau di samping masjid.
Masjid yang dibangun digunakan sebagai tempat mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan ibadah, tempat belajar, sekaligus sebagai tempat pertemuan.
b. memperkokoh hubungan persaudaraan sesama Islam
Rasulullah setelah tiba di Madinah membina persaudaraan umat Islam dengan mempersaudarakan antara kaum muhajirin (kaum yang berhijrah yang berasal dari Makkah) dengan kaum Anshar (kaum yang membantu nabi yang berasal dari madinah). Setiap muhajirin dipasangkan dengan anshar. Contoh : sa’ad bin abi rabi’ dengan abdurrahman bin ‘auf, umar bin khaththab dengan utban bin malik, abu bakar dengan kharijah, dan lain-lain
c. mengatur hubungan antara umat Islam dengan umat lain (Yahudi dan kaum musyrik yang ada di Madinah)
ketika nabi tiba di madinah, beliau menyaksikan bahwa orang-orang yahudi telah lama bermukim di kota itu dan hidup bersama orang-orang musyrik. Untuk itu, beliau mengatur perjanjian dengan mereka atas dasar kebebasan semua pihak untuk memeluk agamanya sendiri.
Isi perjanjian tersebut antara lain :
- kaum muslimin, baik yang berasal dari makkah, dari madinah dan kabilah-kabilah lain yang bergabung dan berjuang bersama adalah satu umat
- kaum muslimin akan menghukum setiap orang yang bertindak kejahatan, permusuhan atau kerusakan walaupun dilakukan oleh keluarganya sendiri
- orang-orang musyrik madinah tidak boleh melindungi orang-orang musyrik dari makkah dan tidak akan menghalangi tindakan kaum muslimin terhadap kaum musyrik di makkah
- orang-orang yang beriman wajib tolong-menolong dengan baik dan adil
- di saat menghadapi peperangan orang-orang yatsrib wajib memikul biaya peperangan
- orang-orang yahudi tetap pada agamanya dan orang-orang islam juga tetap pada agamanya
- semua pihak akan saling berbuat baik dan saling mengingatkan serta tidak akan berbuat kejahatan
- semua pihak wajib saling membantu melawan musuh yang menyerang yatsrib
- semua orang yatsrib dijamin keamanannya kecuali yang berbuat kejahatan
- dan Allah melindungi pihak yang berbuat kebajikan dan taqwa
perjanjian yang dibuat oleh Rasulullah ini adalah konstitusi (undang-undang) yang pertama di dunia dan dikenal sebagai “Piagam Madinah”
Sebelum Nabi Muhammad dan Abu Bakar tiba di Madinah (Yatsrib), kabar mengenai keberangkatan Nabi bersama Abu Bakar sudah tersiar di Madinah, sehingga banyak kaum Anshar yang menunggu kedatangan Nabi dan Abu Bakar di gerbang Madinah.
Sesampainya di Madinah, Rasulullah mulai membangun masyarakat Islam yang teratur (madani). Pengaturan tersebut meliputi :
a. memperkokoh hubungan umat Islam dengan Alloh
sebelum memasuki kota Madinah, rasulullah sempat berhenti sejenak di kampung Quba dan membangun masjid yang dikenal dengan masjid Quba, dan itulah masjid yang pertama kali dibangun oleh rasulullah dan tercantum dalam Q.S. At-taubah (9) :108.
Selain itu, ketika sampai di Madinah, pekerjaan pertama yang dilakukan nabi adalah membangun masjid nabi di tempat unta beliau berhenti dan kemudian baru membangun rumah beliau di samping masjid.
Masjid yang dibangun digunakan sebagai tempat mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan ibadah, tempat belajar, sekaligus sebagai tempat pertemuan.
b. memperkokoh hubungan persaudaraan sesama Islam
Rasulullah setelah tiba di Madinah membina persaudaraan umat Islam dengan mempersaudarakan antara kaum muhajirin (kaum yang berhijrah yang berasal dari Makkah) dengan kaum Anshar (kaum yang membantu nabi yang berasal dari madinah). Setiap muhajirin dipasangkan dengan anshar. Contoh : sa’ad bin abi rabi’ dengan abdurrahman bin ‘auf, umar bin khaththab dengan utban bin malik, abu bakar dengan kharijah, dan lain-lain
c. mengatur hubungan antara umat Islam dengan umat lain (Yahudi dan kaum musyrik yang ada di Madinah)
ketika nabi tiba di madinah, beliau menyaksikan bahwa orang-orang yahudi telah lama bermukim di kota itu dan hidup bersama orang-orang musyrik. Untuk itu, beliau mengatur perjanjian dengan mereka atas dasar kebebasan semua pihak untuk memeluk agamanya sendiri.
Isi perjanjian tersebut antara lain :
- kaum muslimin, baik yang berasal dari makkah, dari madinah dan kabilah-kabilah lain yang bergabung dan berjuang bersama adalah satu umat
- kaum muslimin akan menghukum setiap orang yang bertindak kejahatan, permusuhan atau kerusakan walaupun dilakukan oleh keluarganya sendiri
- orang-orang musyrik madinah tidak boleh melindungi orang-orang musyrik dari makkah dan tidak akan menghalangi tindakan kaum muslimin terhadap kaum musyrik di makkah
- orang-orang yang beriman wajib tolong-menolong dengan baik dan adil
- di saat menghadapi peperangan orang-orang yatsrib wajib memikul biaya peperangan
- orang-orang yahudi tetap pada agamanya dan orang-orang islam juga tetap pada agamanya
- semua pihak akan saling berbuat baik dan saling mengingatkan serta tidak akan berbuat kejahatan
- semua pihak wajib saling membantu melawan musuh yang menyerang yatsrib
- semua orang yatsrib dijamin keamanannya kecuali yang berbuat kejahatan
- dan Allah melindungi pihak yang berbuat kebajikan dan taqwa
perjanjian yang dibuat oleh Rasulullah ini adalah konstitusi (undang-undang) yang pertama di dunia dan dikenal sebagai “Piagam Madinah”
Langganan:
Komentar (Atom)