Sabtu, 15 Januari 2011

kemenangan islam

Kemenangan Islam
Setelah peperangan Khandaq, Nabi bersabda : “setelah tahun ini, orang-orang quraisy tidak akan menyerang kalian, namun kalian yang akan menyerang mereka”
1. Perjanjian Hudaibiyah (sebuah nama tempat di dekat Makkah dari arah bawah)
- Pada bulan dzul qa’idah tahun ke-6 H rasulullah mengajak para sahabat dan orang-orang arab di sekitar Madinah untuk pergi bersama beliau menuju Makkah. Pada waktu itu beliau memakai pakaian ihram dan membawa hewan sembelihan untuk umrah.
- Orang-orang quraisy mendengar kabar bahwa rasulullah keluar dengan orang-orang banyak menuju Makkah dan orang-orang quraisy menolak kedatangan rasulullah.
- Rasulullah memerintahkan sahabat untuk melewati jalan yang tidak dilalui oleh quraisy sehingga beliau dan rombongannya dapat sampai di Hudaibiyah tanpa adanya gangguan dari quraisy, ketika itu unta beliau mogok sehingga beliau berhenti. (sebelumnya, pasukan khalid bin walid sempat melihat rombongan nabi Muhammad menuju Makkah dan nabi juga sempat melihat pasukan Khalid, tetapi nabi yang tidak berkeinginan untuk berperang memerintahkan agar melewati jalan yang aman. Pada saat itu turun syariat untuk shalat khauf –shalat dalam keadaan takut-)
• utusan-utusan quraisy untuk menahan kedatangan beliau di makkah
1. Budail al-khuza’i  bani khuza’ah adalah saudara dekat rasulullah
2. Mikraz  seorang yang pandai bicara
 Rasulullah menemui dua orang ini dan berbicara maksud kedatangan beliau ke makkah dan mereka berdua melaporkan kepada quraisy
3. Hulais bin al-qamah  pemimpin kaum ahabisy yang dikenal sebagai orang yang taat beribadah
 Rasulullah memerintahkan para sahabat menunjukkan hewan-hewan yang akan disembelih sehingga Hulais bisa melihat bahwa kedatangan rasulullah adalah untuk beribadah, Hulais sendiri tidak bertemu dengan rasulullah
4. urwah bin mas’ud  tokoh dari bani tsaqif (dari tha’if)
 rasulullah menemui urwah dan berkata sebagaimana kepada dua orang utusan sebelumnya, ketika urwah akan pulang untuk melaporkan keadaan kepada quraisy, urwah sempat melihat kecintaan para sahabat kepada rasulullah.
• utusan nabi Muhammad kepada quraisy untuk meminta izin memasuki makkah
1. Khurasy al-Khuza’i  beliau menaiki unta nabi, tetapi di tengah perjalanan unta nabi dibunuh oleh Ikrimah dan khurasy dipukuli dan akan dibunuh oleh Ikrimah bin Abu Jahal, tetapi dicegah oleh kaum ahabisy.
2. Usman bin Affan  sebenarnya, nabi menunjuk Umar bin Khaththab, tetapi umar menolak dan menyarankan agar Usman yang ditunjuk. Usman dapat bertemu dengan orang-orang quraisy karena ketokohan dan kebangsawanan Usman. Dan usman sempat ditawari untuk thawaf, tetapi usman menolak karena tidak ingin mendahului rasulullah dalam berthawaf. Karena usman terlalu lama berada di Makkah, tersiar kabar di antara kaum muslimin bahwa Usman dibunuh, maka nabi memerintahkan untuk berbaiat menuntut kematian usman. Baiat ini disebut dengan baiatur ridhwan (Q.S. Al-Fath:18)
- Pelaksanaan perdamaian Hudaibiyah :
Quraisy kemudian mengutus Suhail bin Amr untuk menemui Nabi dan membicarakan perjanjian antara quraisy dan Nabi yang berisi :
a. Nabi tidak boleh memasuki Makkah pada tahun itu dan boleh memasukinya satu tahun lagi selama tiga hari dengan aman tanpa gangguan(Q.S. Al-Fath:27)
b. Gencatan senjata antara nabi dengan quraisy selama 10 tahun
c. Orang Madinah yang keluar ke Makkah tidak dikembalikan, sedangkan laki-laki Makkah yang pergi ke Madinah harus dikembalikan
d. Orang-orang arab bebas bersekutu dengan quraisy atau Nabi
Setelah perjanjian tersebut disepakati, Abu Jandal (anak Suhail bin Amru yang akan masuk Islam) menghadap nabi dan berusaha bergabung dengan nabi akan tetapi, karena perjanjian sudah disepakati maka Abu Jandal harus dikembalikan ke Makkah bahkan dipukuli oleh ayahnya sendiri dengan kayu berduri di hadapan nabi dan para sahabatnya. Melihat perlakuan tersebut, kaum muslimin sangat kecewa dengan perjanjian hudaibiyah sampai-sampai mereka mengabaikan perintah nabi untuk bercukur dan menyembelih kurban hingga nabi melakukan sendiri penyembelihan kurban dan bercukur di hadapan kaum muslimin dan kemudian kaum muslimin mengikuti apa yang dilakukan oleh nabi (hal tersebut atas saran dari ummu salamah, salah satu istri nabi)
- perjanjian Hudaibiyah merupakan kemenangan yang luar biasa bagi umat Islam. Allah menurunkan keseluruhan Q.S. Al-Fath (kemenangan) atas peristiwa ini.
- Setelah peristiwa hudaibiyah, rasulullah dengan nyaman berdakwah ke luar negeri dan menyampaikan surat kepada para raja agar mereka memeluk Islam, a.l.:
1. Heraklius, raja romawi  utusan nabi diperlakukan dengan hormat
2. Kisra, raja persia  surat nabi dirobek kemudian nabi bersabda Allah akan merobek-robek kerajaan persia.
3. Najasy  masuk Islam
4. Muqauqis  surat nabi diterima. Muqauqis memberikan hadiah kepada Nabi
5. raja-raja di Yaman, Oman, Bahrain yang sebagian masuk Islam dan sebagian menolak

2. Khaibar (perang melawan Yahudi)
Khaibar merupakan penampungan Yahudi terakhir yang masih ada di jazirah arab pada saat itu. Mereka berkomplot dengan musuh-musuh nabi untuk mengadakan penyerangan. Maka pada bulan Muharam tahu ke-7 H nabi menyerang Yahudi khaibar dan mengusir mereka dari jazirah arab selamanya, walaupun masih ada sebagian yahudi yang minta izin kepada nabi untuk mengurusi pertanian dan akan memberikan separuh hasilnya kepada umat Islam. Dan akhirnya, mereka semuanya diusir dari Khaibar pada saat Umar bin Khaththab menjadi khalifah.
Kemenangan di Khaibar sangat membahagiakan, apalagi harta yang diperoleh sangat berlimpah. Setelah peperangan berakhir, rombongan muhajirin dari habasyah (dipimpin oleh Ja’far bin Abu Thalib) pulang ke Madinah dan disambut oleh nabi dengan kegembiraan yang luar biasa.

3. Fathu Makkah
- Waktu : Ramadhan tahun 8 H (rasulullah berangkat tanggal 10)
- Sebab : Bani Bakar (yang bersekutu dengan quraisy) menyerang bani Khuza’ah (yang bersekutu dengan nabi). Penyerangan ini dibantu langsung oleh quraisy. Quraisy yang menyadari kesalahannya, mengutus Abu Sufyan bin Harb untuk berusaha memperbaiki perjanjian Hudaibiyah yang sudah mereka langgar sendiri. Usaha Abu Sufyan ini gagal total.
- Nabi memerintahkan kaum muslimin bersiap dan merahasiakan persiapan tersebut. Namun, ada salah satu pahlawan badar yang berusaha membocorkan rencana tersebut (bernama Hathib) karena mengingat keluarganya yang berada di makkah. Oleh nabi sahabat tersebut dimaafkan. Dan Allah menurunkan Q.S. Al-Mumtahanah : 1.
- Nabi berangkat ke Makkah bersama 10000 pasukan dengan perjalanan yang cepat. Dua orang Abu Sufyan (Abu Sufyan bin Harits –cucu Abdul Muthalib- dan abu sufyan bin harb) masuk Islam pada peristiwa ini. Abu Sufyan bin Harb masuk Islam atas dorongan dan perlindungan Abbas bin Abdul Muthalib, dan karena Abu Sufyan bin Harb masih sangat cinta dengan kekuasaan, maka Nabi mengumumkan agar orang-orang Makkah masuk ke rumah abu sufyan (1), atau masuk ke masjidil haram (2) atau menutup pintu rumah mereka masing-masing (3) agar aman dari pasukan rasulullah sehingga tidak ada peperangan. Pada hari itu rasulullah bersabda “pada hari ini ka’bah harus dihormati”.
- Rasulullah memasuki Makkah dari arah utara (atas) di belakang pasukan , di sebelah kanan Khalid bin Walid memimpin pasukan, di sebelah kiri Zubair bin Awwam, di depan adalah Abu Ubaidah.
- Rasulullah masih berpuasa ketika berangkat, akan tetapi beliau berbuka di perjalanan dan tidak melanjutkan puasanya (mengganti di hari lain) selama beliau berada di Makkah dan beliau juga melaksanakan shalat secara qashar. Beliau berada di Makkah selama sebulan atau kurang.
- Setelah makkah dimasuki secara aman, rasulullah kemudian membersihkan Ka’bah dari berhala-berhala dan gambar-gambar dan kemudian memerintahkan Bilal untuk adzan di atas ka’bah.
- Berkenaan dengan fathu Makkah ini Allah menurunkan Q.S An-Nashr.

Tidak ada komentar: