Peperangan-peperangan penting pada zaman rasulullah.
Peperangan-peperangan yang dilakukan Rasulullah dilakukan dengan tujuan untuk meninggikan kalimat Allah. Peperangan-peperangan yang dilakukan oleh beliau semuanya didahului dengan musyawarah dengan para sahabat-sahabat beliau. Rasulullah mempersiapkan peperangan setelah mengetahui kondisi musuh dari mata-mata yang sudah disiapkan oleh beliau, dan beliau mempersiapkan strategi yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi musuh-musuh beliau. Rasulullah juga mengajarkan kepada kita untuk bersabar terhadap musuh yang memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat dan tidak boleh semena-mena terhadap musuh yang sudah tidak berdaya.
A. Peperangan melawan kaum musyrik
1. Badar kubro
merupakan pembeda antara yang haq (muslim) dan yang bathil (kafir)
sebab : Rasulullah mengajak kaum muslimin (diikuti oleh 300an orang dengan 2 kuda dan 7 unta, sehingga satu unta dinaiki 3-4 orang) untuk menyergap rombongan dagang Abu Sufyan yang akan melewati badar (+ 200 Km dari Madinah) dari perjalanan Syam menuju Makkah.
waktu dan tempat : Ramadhan tahun 2 H di Badar (beberapa riwayat menyebutkan pada tanggal 17 hari jumat)
peperangan ini tidaklah direncanakan sebelumnya. Maksud dari rasulullah mengajak kaum muslimin adalah untuk menyergap kafilah dagang Abu Sufyan, akan tetapi ternyata Abu Sufyan dan rombongan dagangnya mendengar bahwa mereka dikejar oleh Rasulullah dan pasukannya sehingga mereka mempercepat perjalanan dan membelokkan arah melewati pantai. Selain itu, Abu Sufyan sempat minta bantuan ke Makkah dan disambut oleh Abu Jahal dkk dengan mengirimkan + 1000 pasukan lengkap untuk menumpas rasulullah dan pasukannya. Ketika ternyata Abu Sufyan dan rombongannya selamat, mereka mengabarkan kepada pasukan Abu Jahal untuk kembali saja ke Makkah, namun Abu Jahal dengan sombong mengatakan bahwa mereka akan diam di Badar dan minum arak hingga tiga hari dan jika memungkinkan akan menghancurkan pasukan rasulullah. Dan Allah menetapkan bahwa mereka akan bertempur pada hari itu (Q.S. Al-Anfaal : 42). Ketika melihat pasukan musuh yang sangat besar, Nabi berdoa memohon pertolongan dari Allah dan kemudian Allah menurunkan bantuan dengan 1000 malaikat (Q.S Al-Anfaal : 9), melihat malaikat yang turun maka setan lari dari peperangan (Q.S. Al-Anfaal : 48). Atas pertolongan Allah Ta’ala maka kaum muslimin memperoleh kemenangan dan berhasil mengambil tawanan orang-orang kafir dan memperoleh uang tebusan dari orang-orang kafir, tetapi tindakan Rasulullah mengambil tebusan ditegur oleh Allah ta’ala. (Q.S. Al-Anfaal:67)
info lebih lanjut tentang perang badar buka http://muslim.or.id/sejarah-islam/pelajaran-dari-perang-badar.html
2. Uhud
Merupakan pembeda antara mukmin dan munafiq
Sebab : Abu Sufyan dkk ingin membalas kekalahan pada perang badr yang menyebabkan sekian banyak pemimpin dan bangsawan kafir Quraisy mati.
Waktu : Syawwal tahun 3 H
Tempat : Perbukitan Uhud (+ 6 km dari Madinah) sebelumnya rasulullah bermusyawarah dengan para sahabatnya untuk melawan kaum kafir di Madinah saja atau di luar Madinah. Beberapa sahabat yang tidak ikut perang badar mengusulkan agar berperang di luar Madinah,sedangkan Abdullah bin Ubay dan beberapa orang mengusulkan agar berperang di Madinah saja.
Jumlah pasukan :
- Kafir quraisy : 3000 pasukan, terdiri dari penunggang kuda 200 orang, dan yang mengenakan baju besi 700 orang. Komandan pasukan tertinggi yaitu Abu Sufyan, komandan pasukan berkuda sebelah kanan yaitu Khalid bin Al-Walid dan sebelah kiri adalah Ikrimah bin Abu Jahal.
- Kaum muslimin : 1000 pasukan, terdiri dari 100 pasukan mengenakan baju besi, dan 50 pasukan penunggang kuda (tetapi Abdullah bin Ubay memimpin 300 orang munafiq keluar dari barisan dan kembali menuju Madinah)
Jalannya perang :
Berdasarkan informasi dari Abbas bin Abdul Mutholib, bahwa orang-orang qurasiy mempersiapkan pasukan yang sangat besar untuk menyerang Madinah, maka nabi segera mengadakan musyawarah untuk menghadapi orang-orang quraisy. Dalam musyawarah diputuskan bahwa nabi akan menghadapi orang-orang quraisy di Uhud. Sesampinya di uhud, nabi berjalan melewati lembah uhud dan mengatur pasukannya dengan menempatkan beberapa pasukan pemanah di atas bukit untuk melindungi pasukan muslimin dari sebelah belakang.
Peperangan pada awalnya dimenangkan oleh umat islam ynag berhasil memukul mundur pasukan kafir hingga ke tenda para wanita, dan nampaklah harta kaum kafir yang sangat banyak. Melihat kemenangan dan harta yang banyak ini, pasukan pemanah tidak disiplin dan turun dari tempatnya untuk mengejar harta kekayaan karena para pemanah mengira bahwa kaum kafir tidak akan bisa membalas kekalahan ini sebagaimana ketika perang badar. Namun, pasukan berkuda yang dipimpin Khalid bin al-Walid melihat bahwa pasukan pemanah sudah meninggalkan posisinya dan kemudian memerintahkan pasukannya bersama dengan pasukan Ikrimah memacu kuda-kuda mereka menyerang pasukan muslimin dari arah belakang. Karena serangan dari dua arah, maka kaum muslimin menjadi terpecah, dan sebagian dari kaum muslimin melarikan diri dari peperangan tetapi Allah memaafkan mereka (Q.S. Ali Imran:155). Atas kekalahan pada perang uhud ini, Allah menurunkan Q.S Ali ‘Imran : 140. Hari berikutnya, dengan pasukan yang tersisa, rasulullah bermaksud untuk mengejar kaum kafir, akan tetapi kaum kafir sudah melarikan diri dan pulang ke Makkah.
Hal-hal mengenai peperangan Uhud
Jumlah korban di pihak kaum muslimin adalah sekitar 70 orang syuhada’ termasuk di antaranya adalah Hamzah bin Abdul Mutholib. Kondisi para syuhada’ ini sangat memprihatinkan karena sebagian tubuh mereka dipotong (telinga, mulut, dll karena kebencian kaum kafir terhadap para syuhada). Dan para syuhada disholatkan, kemudian dikuburkan dengan pakaian mereka (tidak dimandikan)
info lebih lanjut tentang perang uhud dan kejadian setelahnya buka http://kisahmuslim.com/pasca-perang-uhud/ atau http://id.wikipedia.org/wiki/Pertempuran_Uhud
B. Peperangan mengusir yahudi
1. Perang Bani Qainuqa’
Sebab : seorang muslimah yang sedang berjualan di pasar bani qainuqa’ dibuka auratnya (ditarik jilbabnya)
Waktu : setelah perang badar dan sebelum perang uhud
Rasulullah mengepung kampung bani qainuqa’ selama 15 hari hingga orang-orang bani qainuqa’ menyerah dan sebagian melarikan diri
info lebih lanjut tentang perang ini baca http://almanhaj.or.id/content/3895/slash/0/perang-bani-qainuqa/
2. Perang bani Nadhir
Sebab : pemimpin bani nadhir (huyay bin akhtab) merencanakan pembunuhan rasulullah padahal pada saat itu rasulullah sedang berada di kampung bani nadhir untuk membicarakan sesuatu.
Waktu : setelah perang uhud
Rasulullah bersama pasukannya menyerang bani nadhir dan mengusir mereka dari madinah
Allah ta’ala menurunkan Q.S. Al-Hasyr
info lebih lanjut tentang perang ini baca http://tarbiyahonline.com/perang-bani-nadhir
C. Perang Ahzab/perang Khandaq
Ahzab berarti golongan-golongan, sedangkan khandaq berarti parit
Sebab : tokoh-tokoh bani nadhir yang diusir oleh Nabi mendatangi orang kafir quraisy untuk bekerja sama membunuh nabi dan tokoh-tokoh bani nadhir ini juga menghasut suku-suku yang memusuhi nabi sehingga semuanya berkumpul menjadi satu pasukan
Waktu : syawwal tahun 5 H
Jalannya perang :
Pasukan gabungan dari kafir quraisy, bani ghatafan dll dari orang-orang musyrik disertai dengan pasukan dari orang-orang yahudi bergerak menuju madinah berjumlah 10000 pasukan, hal ini diketahui nabi melalui mata-mata dan beliau segera bermusyawarah dengan para sahabat. Atas usulan dari Salman yang berasal dari persia (Salman al-Farisi) maka beliau membuat parit yang besar di utara Madinah (karena Madinah dikelilingi oleh bukit-bukit dan kebun-kebun kurma kecuali dari arah sebelah utara) yakni di antara bukit wabrah dan bukit waqim. Ketika proses pembuatan parit, banyak sekali mukjizat nabi yang diperlihatkan kepada kaum muslimin.
Pembuatan parit selesai sebelum pasukan kafir sampai, sehingga mereka hanya bisa melihat dari pinggiran parit (Q.S. Al-Ahzab : 10). Rasulullah keluar dengan membawa 3000 prajurit yang berjaga di sisi parit yang lain.
Ternyata, orang-orang bani quraidhah yang masih berada di dalam kota madinah berkhianat dan bermaksud menyerang madinah yang sudah hampir kosong dari prajurit nabi, tetapi Allah menjaga umat Islam dengan terbunuhnya mata-mata yahudi quraidhah oleh shafiyah, bibi nabi.
Akhir peperangan ahzab adalah adanya seorang muslim dari bani ghatafan yang bernama Nu’aim bin Mas’ud yang mengadu domba persatuan kaum kafir sehingga mereka terpecah, dan selain itu adanya pertolongan dari Allah dengan mengirimkan angin topan yang menerbangkan tenda-tenda serta peralatan makan orang-orang kafir.
Allah menurunkan beberapa ayat dalam Q.S. Al-Ahzab berkenaan denga perang ini.
info lebih lanjut tentang perang ini baca http://theistitute.wordpress.com/2013/10/14/belajar-dari-perang-khandaq/
D. Perang melawan yahudi (lanjutan)
3. perang bani quraidhah
sebab : pengkhianatan bani quraidhah pada perang ahzab
waktu : setelah perang khandaq (tahun 5 H)
rasulullah mengepung bani quraidhah selama 25 hari dan membunuh setiap laki-laki yang telah baligh dari bani quraidhah (yang merupakan keputusan dari sa'ad bin mu'adz yang merupakan sekutu dari orang-orang-orang bani quraidhah, keputusan sa'ad ini dipuji nabi sebagai keputusan yang diturunkan dari atas tujuh langit)
info lebih lanjut tentang perang ini baca http://iwanwe.blogspot.com/2013/09/perang-bani-quraizhah.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar